Buka Pasar Baru Demi Tangkis Ketidakpastian Global

    Annisa ayu artanti - 17 Oktober 2019 12:14 WIB
    Buka Pasar Baru Demi Tangkis Ketidakpastian Global
    Ilustrasi. FOTO: dok MI/Ramdani.
    Jakarta: Pemerintah diminta untuk terus menggenjot kinerja ekspor di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menggenjot kinerja ekspor salah satunya dengan membuka pasar baru.

    Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine mengatakan dibukanya pasar ekspor baru untuk menjadi tujuan ekspor Indonesia merupakan langkah strategis yang dapat ditempuh dalam menangkap peluang dan memperbesar volume ekspor.

    Dalam membuka pasar baru itu, pemerintah perlu memperhatikan dua hal, yaitu lokasi pasar-pasar baru dan harmonisasi regulasi untuk mendukung investasi.

    "Pemerintah juga perlu terus mengeksplorasi kemungkinan kerja sama perdagangan yang dapat menjadi negara tujuan ekspor," kata Pingkan dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Kamis, 17 Oktober 2019.

    Ia menjelaskan perjanjian kerja sama perdagangan secara bilateral maupun regional menjadi sangat penting untuk dilakukan dalam membuka pasar-pasar baru.

    Berdasarkan catatan CIPS, Pemerintah Indonesia telah mengantongi 17 perjanjian kerja sama di bidang ekonomi. Kerja sama tersebut sepuluh di antaranya dilakukan dengan mayoritas negara-negara ASEAN.

    CIPS juga mencatat masih terdapat 12 perundingan yang tengah berjalan. Beberapa di antaranya mencakup kerja sama dengan mitra yang memiliki potensi pangsa pasar yang besar, seperti perjanjian Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), ASEAN-India Free Trade Agreement (FTA), dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang akan rampung akhir tahun ini.

    "Tercatat setidaknya terdapat 12 potensi kerja sama perdagangan dengan mitra yang baru. Beberapa di antaranya disinyalir berada di kawasan Afrika dan juga Timur Tengah," sebut dia.

    Menurutnya, selama ini Indonesia ketergantungan ekspor kepada pasar ekspor dominan, seperti Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Asia Tenggara. Padahal banyak pasar yang belum terjamah.

    Dia mencontohkan pasar Afrika. Negeri ini menjadi pasar potensial untuk dilirik sebagai tujuan ekspor. Saat ini, nilai perdagangan di negara-negara di Afrika masih didominasi oleh Tiongkok dan negara Uni Eropa.

    "Adanya peningkatan jumlah penduduk kelas menengah di Afrika dapat mendorong tumbuhnya permintaan yang selanjutnya dapat diisi oleh produk asal Indonesia," tukas dia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id