Pemerintah Siapkan Kebijakan Penerbangan Murah Jangka Panjang

    Desi Angriani - 22 Juli 2019 20:08 WIB
    Pemerintah Siapkan Kebijakan Penerbangan Murah Jangka Panjang
    Illustrasi. Dok : MI/Panca S.
    Jakarta: Pemerintah sedang menyiapkan kebijakan tarif penerbangan domestik murah dalam jangka panjang. Hal ini untuk membangun ekosistem industri penerbangan yang berkelanjutan.

    Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan kebijakan tersebut akan digodok selama satu bulan ke depan dengan melibatkan maskapai nasional, operator, penyedia avtur hingga industri pariwisata. 

    "Kita mau membangun ekosistem penerbanga yang sustain. Tumbuh engga hanya dari potongan-potongan biaya direct terhadap perusahaan penerbangan," ujarnya di media center Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin 22 Juli 2019.

    Susiwijono menjelaskan konsep penerbangan murah dengan diskon 50 persen saat ini belum efesien dalam menjangkau kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, maskapai juga mengalami kesulitan untuk merancang skema pemberian diskon lantaran terbatas pada 30 persen seat dan rute tertentu. 

    "Itu maskapai sampaikan, kami kesulitan siapkan sistem reservasi khusus, seat sekian," imbuh dia.

    Adapun konsep jangka panjang nantinya akan mengatur insentif fiskal baik berupa pembebasan bea masuk dan Pph impor suku cadang spare part maupun equipment maintenance.  Di samping itu, pemerintah juga merancang satu kawasan ekonomi khusus (KEK) sebagai tempat jasa khusus perawatan pesawat sehingga biaya perawatan si burung besi dapat ditekan.

    "Ini bisa jadi efisiensi dan pengurangan cost, kami tidak hanya bicara insentif fiskal. Kami sedang menyiapkan apa kira-kira desain KEK yang bisa mengurangi biaya industri penerbangan ini," tutur Susiwijono.

    Pemilik dan pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana menambahkan sentralisasi kawasan perawatan bagi maskapai dapat mengurangi pengeluaran maintenance bagi maskapai.Pasalnya, selama ini perawatan ban-ban pesawat harus dikirim ke Thailand dan memakan biaya yang mahal.

    "Dengan dibangun di sini, stoknya berkurang, dan cost of moneynya berkurang," katanya.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan kebijakan penerbangan murah nantinya juga akan melibatkan industri pariwisata. Dengan kata lain, penerbangan murah akan terintegrasi dengan destinasi wisata termasuk bidang perhotelan hingga transportasi lokal.

    "Nanti akan melibatkan pariwisata dan maskapai. Nanti sharing discount itu dulakukan secara bersama-sama untuk tujuan pariswisata," kata Budi.

    Adapun penerbangan murah diputuskan untuk jadwal keberangkatan Selasa, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 10.00-14.00 WIB bagi maskapai LCC domestik dengan tipe pesawat jet. Alokasi kursi pun hanya 30 persen dari total kapasitas pesawat tersebut.
     
    Citilink menyediakan 62 penerbangan per hari (Selasa, Kamis, dan Sabtu) dengan total 3.348 seat. Sementara Lion Air Group menyediakan 146 flight per hari (Selasa, Kamis, dan Sabtu) dengan total 8.278 seat.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id