Ledakan Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi di 2020

    Desi Angriani - 06 Desember 2019 16:44 WIB
    Ledakan Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi di 2020
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.
    Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan ditopang oleh ledakan bisnis digital. Pasalnya, ribuan perusahaan rintisan diperkirakan tumbuh melebihi 2.400 startup di 2020.

    Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan Indonesia menjadi negara kelima dengan startup terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat, India, Inggris dan Kanada. Ledakan ekonomi digital tersebut tidak dirasakan oleh negara Asia Tenggara lainnya.

    "Sumbangsih 2020, saya melihat ada tren ledakan digital di startup. Sekarang Indonesia di nomor 5 dan nanti akan muncul unicorn-unicorn baru," ungkap Bhima dalam diskusi OCBC NISP di Mercantile Atletic Club WTC 1, Jakarta, Jumat, 6 Desember 2019.

    Ia menuturkan perputaran ekonomi digital tahun ini mencapai USD100 miliar dengan perkiraan pertumbuhan mencapai tiga kali lipat di 2025 atau sebesar USD300 miliar. Pertumbuhan itu berdampak ganda ke perkembangan UMKM dalam negeri.

    Misal, pesanan martabak manis lewat Go Food mencapai tujuh juta orderan dan menu ayam geprek mencapai 10 juta pesanan di 2018. Permintaan tersebut telah menumbuhkan warung-warung dadakan atau usaha rumahan.

    "Ini kultur baru bahwa enterpreneur menjadi penggerak roda ekonomi. Pada 2019 tumbuh sudah ada USD100 miliar perputaran digital, e-commerce, fintech agriculture dan pasar fintech lainnya," ungkapnya.

    Lebih lanjut, munculnya wirausaha baru seiring tingginya jumlah kaum milenial yang mencapai 90 juta jiwa dari total 267 juta penduduk Indonesia. Mereka berkontribusi terhadap peningkatan bisnis kewirausahaan menjadi empat persen dari total angkatan kerja.

    "Ketika global lagi batuk domestik kuat karena ditopang UMKM, itu kondisi makro 2020. Masih ada optimisme didorong anak muda UMKM berkolaborasi dengan ekonomi digital," ujar dia.

    Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja menambahkan tingginya minat generasi muda untuk berwirausaha dan potensi ekonomis dari bonus demografi perlu didukung pengetahuan dan pengelolaan keuangan. OCBC NISP berkomitmen menjadi mitra dalam pembiayaan kewirausahaan maupun literasi keuangan bagi UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya.

    "Untuk bank sendiri memang harapannya bukan hanya pinjaman tapi partner," ujar Parwati.

    Sementara itu, Yasa Paramita Singgih, 24, pendiri clothing line Men’s Republic mengharapkan perbankan menjadi mitra para pengusaha muda dalam memberikan pinjaman kredit sekaligus literasi keuangan. Misalnya, menyusun laporan keuangan agar dapat memperoleh pembiayaan yang lebih besar.

    "Bank harus menjadi partner bukan hanya memberikan pinjaman tapi edukasi di bagian literasi keuangan. Saya sarjana Ilmu Komunikasi tidak mengerti membuat laporan keuangan jadi mendampingi UMKM bukan hanya memberikan pinjaman tapi membuat laporan keuangan," ungkap Yasa.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id