2020, Isuzu Bidik Pangsa Pasar 25% untuk Traga

    Ade Hapsari Lestarini - 12 Desember 2019 14:35 WIB
    2020, Isuzu Bidik Pangsa Pasar 25% untuk Traga
    Pelepasan ekspor Isuzu Traga. Foto: MI/Ramdani.
    Karawang: Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Emily mengatakan Filipina nyaris memiliki karakter yang sama dengan Indonesia. Terutama untuk pasar light truck, seperti Isuzu Traga. Ia yakin Traga yang di Filipina diganti namanya menjadi Traviz bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Apalagi, Isuzu saat ini memimpin pasar otomotif di Filipina.

    Ernando menjelaskan, di Indonesia, sejak Traga diluncurkan pada April 2018, penjualannya terus meningkat. Animo masyarakat terhadap pikap berkapasitas 2.500 cc ini sangat tinggi.

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo) sepanjang Januari hingga Oktober 2019, Traga sudah terjual 4.830 unit dengan pangsa pasar 16,9 persen dan berada di urutan kedua kendaraan komersial ringan (Light Comercial Vehicle/LCV).
    Ia yakin, hingga akhir tahun ini penjualan Traga akan mencapai 6.500 unit dan tahun depan bisa melejit di angka 9.000 unit.

    "Kami menargetkan tahun depan bisa meraih pangsa pasar 25 persen," ujar dia, saat melepas ekspor 6.000 unit Isuzu Traga ke Filipina dari Pabrik PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di Karawang, Jawa Barat, Kamis, 12 Desember 2019.

    Dijelaskannya, khusus di Filipina, mesin Traga mengikuti regulasi pemerintah dengan standar emisi gas buang Euro 4. Roda kemudi diubah menjadi posisi kiri. Selebihnya, tidak berbeda dengan yang ada di Indonesia.

    Menurut Ernando, di Filipina, Traga akan dibuat menjadi mobil penumpang, selain angkutan barang. Ia yakin, Traga bisa diterima dengan baik di Filipina. Tentunya, jika penyerapan tinggi, volume pengiriman juga akan ditingkatkan. Selain Filipina pihaknya juga tengah membidik ekspor Traga ke 20 negara. Tahun depan, setidaknya akan menggarap negara-negara ASEAN seperti Kamboja, Laos, dan Myanmar. Setelah itu negara-negara lainnya yang memiliki segmen pikap seperti negara-negara di kawasan Asia Timur, Timur Tengah, dan Afrika.

    Pabrik Isuzu Karawang Plant memiliki luas lahan 30 hektare dengan kapasitas regular 52 ribu unit per tahun dan dapat dioptimalkan hingga menjadi 80 ribu unit per tahun. Pabrik Isuzu Indonesia ini merupakan salah satu langkah untuk mengantarkan Isuzu lebih dekat dengan visinya, yakni menjadi pemain dominan di segmen yang dilayani di Indonesia dan sebagai basis produksi kelas dunia di grup Isuzu.

    Sebelumnya Division Head Technical and Plant PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Rodko Purba menjelaskan, Traga memang produk yang disiapkan untuk diproduksi di Indonesia. Ekspor Traga ke Filipina juga menjadi prestasi tersendiri bagi Indonesia. Biasanya, ekspor kendaraan Isuzu selalu dari Jepang dan Thailand.

    Pihak prinsipal Isuzu di Jepang memilih Indonesia dipilih menjadi base production Traga pada 2015, ketika Isuzu baru saja meresmikan pabrik besar di Karawang. Pihak Isuzu di Jepang memikirkan utilisasi pabrik Isuzu di Karawang itu yang masih rendah yakni hanya 23 persen dari kapasitas pabrik 52 ribu unit per tahun untuk memproduksi Elf dan Giga Series.

    "Indonesia dipercaya melahirkan Traga. Sejak awal sudah didesain bahwa Traga ini diproduksi di Indonesia dan akan dijual ke berbagai negara," ujar dia.

    Padahal, di luar Jepang, Isuzu juga memiliki pabrik di Thailand, Indonesia, Malaysia, Filipina, Tiongkok, dan India. Pemilihan Indonesia sebagai basis produksi Traga juga karena melihat kebutuhan mobil pikap yang tinggi di Indonesia.

    "Saat kita minta, ternyata pihak (Isuzu) Jepang menyetujui. Sebab, pasarnya besar," ujar Rodko.

    Mesin Traga menggunakan mesin Panther yang legendaris yakni mesin 4JA1-L kapasitas 2.500 cc. Mesin ini terbukti tangguh, andal, irit BBM, dan perawatan mudah. Menurut dia, performa Traga lebih unggul ketimbang kompetitor karena memiliki torsi maksimum 19,5 kgm dan tenaga 80ps.

    Traga didukung sistem transmisi lima percepatan dan memiliki radius putar 4,5 meter.
    Rodko mengatakan, Isuzu memang ingin produk yang dihasilkan tidak gonta-ganti mesin. Hal itu untuk memudahkan pasokan suku cadang. Sasis dan kaki-kaki Traga dari D-Max yang terkenal tangguh. Desain kabin Traga lega, kapasitas baknya pun paling besar di kelasnya.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id