Penyehatan Jiwasraya Tak Perlu Lewat Pansus

    Eko Nordiansyah - 09 Januari 2020 19:21 WIB
    Penyehatan Jiwasraya Tak Perlu Lewat Pansus
    Asuransi Jiwasraya. Foto : IST.
    Jakarta: Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo menyebut proses penyehatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bisa dilakukan tanpa panitia khusus (pansus). Kehadiran pansus dikhawatirkan membuat penanganan kasus Jiwasraya bertele-tele sehingga merugikan nasabah.

    "Kalau dilanjutkan dengan pansus dikhawatirkan akan menjadi bola liar akan terjadi tarik menarik kepentingan dan fokus penyelesaian masalah segera membayar kepada nasabah jadi terbengkalai," kata dia di Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.

    Bukan hanya nasabah, proses penyelesaian kasus hukum di Jiwasraya juga bisa terhambat dengan kehadiran pansus. Padahal pemerintah telah menyiapkan skema penyelematan Jiwasraya sehingga masalah gagal bayar bisa segera diselesaikan.

    "Ya sangat pengaruh untuk proses penyelamatan yang tengah dilakukan oleh perusahaan. Oleh karena itu, ada baiknya jika semua pihak bersabar dan menunggu proses hukum yang tengah berjalan saat ini," ungkap dia.

    Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sendiri mengaku tak perlu kasus Jiwasraya dibawa ke pansus DPR. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengaku khawatir penyelesaian kasus Jiwasraya bisa terhambat jika dibawa ke ranah politik.

    "Kalau kami sih, lebih baik (DPR) pantau saja apa yang kita lakukan. Bisa panggil kami rapat untuk tanyakan solusi apa yang dibuat kementerian BUMN. Yang penting solusi lah, jangan bawa ke politik dan lainnya. Solusi kan yang penting uang balik," kata Arya.

    Saat ini ada tiga inisiatif skema yang disiapkan untuk menyelamatkan perseroan. Ketiga skema tersebut di antaranya, penjualan anak perusahaan PT Jiwasraya Putra, menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) yang dapat dikonversi menjadi saham, dan membuat produk reasuransi dengan investor.

    Terkait dengan anak usaha, saat ini pemerintah tengah dalam proses due dilligence. Proses due diligence dilakukan pada lima calon investor yang tertarik mengambil alih anak usaha perusahaan asuransi pelat merah tersebut.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id