RI Waspadai Pengenaan Bea Masuk Tinggi oleh AS

    Husen Miftahudin - 16 Juli 2019 19:53 WIB
    RI Waspadai Pengenaan Bea Masuk Tinggi oleh AS
    Menkeu Sri Mulyani. M/SUSANTO.
    Jakarta: Pemerintah Indonesia bersiap menghadapi kemungkinan adanya pengenaan bea masuk yang tinggi oleh Amerika Serikat. Maklum, Indonesia merupakan negara yang masuk dalam daftar surplus neraca dagang dengan Negeri Paman Sam.

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, AS punya kebijakan untuk mengenakan bea masuk yang tinggi kepada negara-negara yang neraca dagangnya tinggi terhadap mereka. Tiongkok salah satunya.

    "Terkait perang dagang tentu kita tahu itu started di bawah kepemimpinan Trump yang punya persepsi hubungan antarnegara yang berbeda di mana pemikirannya perdagangan itu menang dan kalah, padahal itu mutual benefiting. Anda butuh, kita butuh, maka terjadilah transaction itu," ujar Sri Mulyani dalam seminar Indef di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa, 16 Juli 2019.

    Saat ini neraca perdagangan Indonesia masuk dalam daftar 20 negara dengan catatan surplus ke AS. Kondisi itu membuat AS berencana mengenakan bea masuk yang tinggi kepada negara-negara tersebut.

    "Pada tahun 2018, list negara-negara yang dianggap punya surpus dan menjadi watch list yang surplusnya semakin besar jadi perhatian terbesar (AS). Indoensia pun masuk list itu, 20 biggest surplus ke Amerika Serikat," jelasnya.

    Di sisi lain, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut dampak perang dagang berbeda-beda pada setip negara. Hal ini terlihat dari kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut.

    "Semakin dia dominasi sektor manufakturnya sangat besar di perekonomian, dia akan terkena hit lebih besar," imbuh Sri Mulyani.

    Namun dia menegaskan, perang dagang di Indonesia tidak banyak terpengaruh. Pasalnya, Indonesia memiliki kebijakan dalam mengantisipasi perang dagang.

    "Indonesia memiliki sedikit penagruhnya karena kita enggak dekat dengan supply chain-nya. Itu good dan bad. Good pada saat seperti ini kita justru enggak kena. Ini lucu sebenarnya," kelakar Sri Mulyani.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id