Ralali Gerakkan Ribuan Agen Bantu UMKM Go Online

    Husen Miftahudin - 14 Agustus 2019 06:02 WIB
    Ralali Gerakkan Ribuan Agen Bantu UMKM <i>Go Online</i>
    Ilustrasi. Dok Istimewa.
    Jakarta: Hari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Nasional yang jatuh setiap 12 Agustus, selalu dirayakan pemerintah baik pusat maupun daerah dengan tujuan membesarkan semangat ekonomi kerakyatan. Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2017 juga telah mengusung program 'UMKM Go Online' guna memfasilitasi UMKM agar siap bersaing di skala nasional hingga global.

    Sejalan dengan misi pemerintah dalam pengembangan UMKM, platform B2B marketplace, Ralali.com saat ini telah mampu menaungi lebih dari 600 ribu UMKM dengan target pemberdayaan satu juta UMKM dalam empat bulan ke depan. Chief Operations Officer (COO) Ralali.com, Alexander Lukman menuturkan, guna mencapai misinya, Ralali.com telah menyediakan berbagai akses dan konektivitas yang relevan bagi para pelaku usaha.

    Menurutnya, pelaku UMKM di Indonesia memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi untuk berkembang, hal ini dibuktikan dengan terus bertambahnya pelaku UMKM yang bertransaksi dan memenuhi kebutuhan usahanya melalui platform digital. Ralali.com menyikapi hal ini dengan memfasilitasi UMKM di Indonesia dengan menghadirkan infrastruktur teknologi secara holistik bagi pelaku UMKM.

    "Kami sediakan sepenuhnya mulai dari kebutuhan barang dan jasa, pembayaran, pendanaan dan pembiayaan, logistik pengiriman, hingga berinteraksi dan bertransaksi di dalam satu platform," ujar Alex dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Ralali.com telah berinovasi dengan menyediakan suplai kebutuhan, layanan logistik hingga akses pendanaan. Inovasi tersebut dibantu dengan hadirnya platform digital BIG Agent yang berperan membantu pelaku UMKM terhubung dengan berbagai solusi kebutuhan usaha yang sangat kompleks.

    Kendala pelaku UMKM dapat tersingkap dengan tepat dan efektif melalui kinerja BIG Agent, yang memberikan layanan survei pasar, promosi dan akuisisi (penjualan) bagi pelaku UMKM. Inovasi ini menunjukan Ralali.com telah mempelajari dan siap memenuhi kebutuhan UMKM Indonesia dengan mengkurasi segala solusi dalam satu infrastruktur teknologinya.

    Kendati pelaku usaha kecil menengah yang menggunakan platform online saat ini masih kurang dari delapan persen, Alex menilai tren untuk UMKM Go Online tetap akan berpeluang untuk tumbuh meningkat. Pasalnya, hal ini sejalan dengan pertumbuhan masyarakat pengguna internet di Indonesia yang sudah mencapai 56,4 persen.

    Alex menyebut saat ini Ralali.com telah berinovasi melalui berbagai cara, di antaranya platform bernama BIG Agent yang mewadahi tenaga kerja lepas on-demand untuk mengerjakan KYC (profiling buyers), promosi produk yang relevan, serta edukasi digital kepada pelaku usaha terkait bisnis agar tercapai misi UMKM Go Online. Saat ini telah terdaftar 300 ribu Sobat Agent (sebutan pengguna BIG Agent) dari 25 kota se-Indonesia mulai dari Jakarta, Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

    Kondisi penetrasi pengguna internet mengindikasikan peluang besar UMKM untuk merambah ke ranah digital terus bertumbuh ke depannya. Meskipun kenaikan prosentase UMKM menggunakan platform online terbilang rendah, Ralali.com diyakini mampu mendorong perilaku UMKM secara signifikan menuju digital market.

    Belum lagi, imbuh Alex, faktanya saat ini investor global dan regional memandang Indonesia sebagai negara paling atraktif yang patut dijadikan tujuan investasi di ASEAN. Hal ini diukur dari pertumbuhan sektor B2B di Amerika Serikat dan Tiongkok yang berada di posisi dua kali lipat dari sektor B2C. Sedangkan di India, porsi B2B diperkirakan mencapai enam kali lipat dari B2C.

    "Melihat tren pertumbuhan industri bisnis B2B dunia, kami yakin potensi pasar B2B online di Indonesia sangat prospektif. Ralali.com memiliki tanggung jawab dalam mengedukasi pasar UMKM guna memenuhi kebutuhan aktivitas usaha dagang mereka."

    Di sisi lain, kontribusi UMKM Indonesia terhadap rantai pasok produksi global tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan negara tetangga seperti Brunei, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Kontribusi tertinggi sektor UMKM terhadap rantai pasok produksi global mencapai 2,7 persen. Padahal, ASEAN berkontribusi sebanyak 9,3 persen terhadap rantai pasok produksi global di periode 2009–2013.

    "Untuk itu, peta pertumbuhan UMKM di Indonesia memang harus didorong dari berbagai pihak seperti program pemerintah, financing partners, logistik, brand partners, dan pihak-pihak lainnya, sehingga mendorong pertumbuhan utamanya yakni pengenalan dan trust pelaku UMKM terhadap platform digital market," tutup Alex.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id