Pemerintah Sisir Proyek Berkonten Impor Tinggi

    Eko Nordiansyah - 04 September 2018 14:54 WIB
    Pemerintah Sisir Proyek Berkonten Impor Tinggi
    Menko Perekonomian Darmin Nasution (Dokumentasi Setkab).



    Jakarta: Pemerintah tengah menyisir berbagai proyek pemerintah yang memiliki konten impor tinggi. Upaya ini dilakukan dalam rangka menekan impor guna menekan defisit transaksi berjalan (CAD) di tengah pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

    "Tidak terlalu tinggi itu artinya pada impor kontennya 20 persen ke bawah itu tidak tinggi. Kalau 40 persen ya itu tinggi," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa, 4 September 2018.

     



    Dirinya menambahkan beberapa proyek yang memiliki kebutuhan impor tinggi yaitu pembangkit listrik. Meski begitu, Darmin menyebut masih ada beberapa proyek khususnya infrastruktur yang sedikit memiliki impor konten.

    "Terutama di listrik itu yang paling tinggi kan impor kontennya, itu pembangkit listrik. Kalau jalan itu tidak terlalu tinggi, kalau jembatan itu juga tidak terlalu tinggu tapi ya lumayan lah," jelas dia.

    Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menerbitkan aturan penyesuaian tarif pajak penghasilan (PPh) impor untuk 900 komoditas impor. Aturan itu segera diterbitkan lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

    Menurut Darmin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan menetapkan produk impor yang akan dinaikkan tarifnya. Pasalnya sejumlah komoditas impor yang tengah dipantau oleh pemerintah adalah impor barang konsumsi.

    Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan pihaknya mengevaluasi terkait apakah barang-barang yang selama ini diimpor tersebut telah diproduksi di dalam negeri atau tidak.

    "Kita cocokkan ada enggak sebenarnya produksi dalam negerinya. Benar enggak dari data bea cukai benar-benar masuk," kata Suahasil di Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018.

    Jika terbukti diproduksi di dalam negeri, pemerintah menaikkan tarif impornya dari yang diberlakukan saat ini yaitu 2,5 persen, lima persen, 7,5 persen, hingga 10 persen.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id