Pembenahan Bibit Sapi, Swasta Merugi

    Gervin Nathaniel Purba - 22 Juni 2016 07:37 WIB
    Pembenahan Bibit Sapi, Swasta Merugi
    Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Jafkhairi)



    medcom.id, Bogor: Pemerintah mengatakan Indonesia bisa swasembada daging jika proses pembibitannya atau sektor hulunya dapat dibenahi melalui sinergi antara pemerintah dan swasta. Namun dalam proses pembenahan pembibitan sapi, swasta merugi.

    "Rugi pasti, dan dalam waktu yang panjang seekor sapi makan saja bisa habis berapa puluh juta dan tidak menghasilkan uang, hanya untuk diambil spermanya saja, kalau sudah tidak menghasilkan sperma kita jual baru bisa menguntungkan." ujar Direktur Utama PT Karya Anugerah Rumpin (KAR), Karnadi Winaga di Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Provinsi Jawa Barat, Selasa, 21 Juni.






    Menurut Karnadi, yang menjadi titik kerugiannya adalah lamanya perputaran uang. Ketika sapi betina mulai bunting satu periode sembilan bulan, kemudian bisa dipotong atau bisa dibuahi lagi (Inseminasi Buatan/IB) antara umur 18 sampai 24 bulan.

    "Jadi itu yang buat siklusnya lama, perputaran uangnya segitu lama tiga tahun bertahan berapa banyak, tinggal dikalikan saja jumlahnya. Makanya di sini skalanya juga nggak banyak, hanya sekitar 700 ekor saja dari breeding (pembibitan)," katanya.

    Dirinya menambahkan, biaya untuk satu ekor sapi selama setahun bisa menghabiskan sekitar Rp12 juta. "satu ekor saja biaya pemeliharaan Rp12 juta sampai Rp13 juta. Feedlotter kan hanya pelihara tiga bulan, tapi dengan kenaikan berat badannya kan ada komersialnya," jelasnya.

    Namun demikian, Karnadi mengakui bahwa Indonesia punya potensi untuk swasembada daging. Pihaknya memberikan dukungan bahwa sapi Indonesia masih bisa bersaing. Dengan bersinergi dengan Kemenristekdikti dan Lipi, bersama akan mencari segala potensi yang ada dan disebarkan ke seluruh Indonesia.

    "Sekarang ini kita jalankan karena semangat merah putih kita," pungkasnya.

    Sekadar informasi, PT. Karya Anugerah Rumpin atau akrab dengan sebutan KAR adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang pembibitan (breeding) dan peggemukan ternak sapi (feedlot). Bermodalkan dua ekor sapi di lokasi seluas lima hektare, usaha KAR dirintis sampai kapasitas kandang yang sekarang telah mencapai lebih dari 4.500 ekor ternak.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id