Singapura Berminat Investasi di Ibu Kota Baru

    Desi Angriani - 16 September 2019 20:35 WIB
    Singapura Berminat Investasi di Ibu Kota Baru
    Illustrasi. Dok : Medcom.
    Jakarta: Singapura menyatakan minatnya untuk berinvestasi di ibu kota baru Indonesia. Investasi tersebut dapat berbentuk sustainable management lantaran ibu kota baru mengusung konsep modern, smart, dan green.

    "Kami juga menyambut gembira rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, sehingga ini dapat juga membuka kesempatan bagi perusahaan Singapura untuk berinvestasi ke sana, misalnya dalam hal sustainable management,” ujar Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing dalam Pertemuan Tingkat Menteri (Ministerial Meeting) antara Indonesia dan Singapura di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin, 16 September 2019.

    Selain itu, Singapura juga akan memperluas investasi di sektor pariwisata, bandara dan industri elektronik di wilayah Batam, Bintan, dan Karimun. “Kami tertarik dengan (potensi bisnis di) Batam, Bintan, dan Karimun," ungkap dia.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menambahkan dalam pertemuan tingkat menteri tersebut, ia juga membicarakan rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

    Rencana tersebut disambut positif oleh Singapura lantaran salah satu target dari pemindahan ibu kota ialah mengurangi kesenjangan perekonomian antara Jawa dengan daerah lainnya. "Kita juga menyampaikan rencana pemindahan ibu kota," ungkapnya.

    Darmin melanjutkan pemerintah juga menetapkan Kendal Industrial Park sebagai sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) demi mendorong minat investasi Singapura.

    Di sisi lain, kedua negara terus menindaklanjuti Bilateral Investment Treaty (BIT) guna memberi perlindungan investasi. Proses renegosiasi tersebut untuk memperbaiki tax treaty agar memberikan kepastian hukum yang lebih tinggi, serta menekan penyalahgunaannya.

    “Dalam hal review perjanjian ini, saya percaya apabila kedua negara harus mempercepat negosiasi berdasarkan kepentingan kedua belah pihak. Pemerintah Indonesia sudah siap untuk negosiasi selanjutnya," tambah Darmin.

    Singapura tercatat sebagai negara dengan investasi terbesar di Indonesia atau 31,4 persen dari total foreign direct investment (FDI). Nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan Singapura di 2018 mencapai USD34,4 miliar atau tumbuh 16 persen dari 2017.

    Pada semester pertama 2019, perdagangan bilateral kedua negara tercatat sebesar USD14,2 miliar atau 14 persenlebih rendah daripada periode sama di tahun lalu. Namun demikian, investasi Singapura ke Indonesia pada 2018 sebesar USD9,2 miliar atau lebih tinggi 8,9 persen dari pada periode sama di 2017.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id