Indef Harap Postur Kabinet Cerminkan Komitmen Perjuangan - Medcom

    Indef Harap Postur Kabinet Cerminkan Komitmen Perjuangan

    Antara - 21 Oktober 2019 08:03 WIB
    Indef Harap Postur Kabinet Cerminkan Komitmen Perjuangan
    Ekonom Indef Enny Sri Hartati. Foto: Medcom.id/Desi Angriani
    Jakarta: Pengamat Ekonomi Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati berharap orang-orang yang akan masuk dalam postur kabinet Pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin periode 2019-2024 bisa mencerminkan komitmen perjuangan membangun Indonesia.

    Enny mengatakan berbagai target yang disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam pidato pelantikan Presiden akan mudah diimplementasikan jika menteri yang terpilih memang memahami dan menguasai bidangnya.

    "Dalam menyelesaikan program kerja diawali dengan penentuan postur kabinet," kata Enny, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019.

    Menurut Enny calon menteri terpilih harus bisa meyakinkan berbagai pihak non-pemerintah agar turut ikut menyelesaikan berbagai program kerja dan masalah yang ada di Indonesia terutama terkait peningkatan ekonomi.

    "Mereka adalah tim impian yang diharapkan mampu menyelesaikan problem ekonomi kita," ujarnya.

    Enny mengingatkan jangan sampai para calon menteri yang terpilih akan lebih banyak mengakomodasi kepentingan partai politik dan mengesampingkan kepentingan rakyat. Sebab seorang menteri merupakan ujung tombak terealisasinya berbagai harapan masyarakat.

    "Jangan sampai ternyata yang ditunjuk lebih banyak mengakomodasi kepentingan partai politik," tegasnya.

    Sementara itu, Enny beranggapan seluruh komitmen Jokowi dalam pidato pelantikan Presiden sudah sangat baik terutama terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penyediaan lapangan kerja.

    "Boleh, ini lebih memberikan tanda atau semacam kembali memberikan suatu optimisme dan kepercayaan kepada masyarakat," ucapnya.

    Enny menambahkan Presiden Jokowi beserta kabinetnya harus lebih giat dalam mengeksekusi serta membuktikan berbagai komitmen tersebut. Bahkan, akan lebih baik jika Presiden Jokowi bisa melihat kembali tentang komitmen yang belum tercapai pada periode sebelumnya agar bisa diteruskan pada periode ini.

    "Ekonomi itu tidak butuh komitmen tapi butuh eksekusi misalnya selama lima tahun lalu Pak Jokowi sudah mengeluarkan apa saja dan apa yang belum dieksekusi," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id