Forum Ekonomi Dunia Davos

    Bahlil Siap Rayu Korporasi Global Investasi di Indonesia

    Antara - 20 Januari 2020 07:14 WIB
    Bahlil Siap Rayu Korporasi Global Investasi di Indonesia
    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
    Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dijadwalkan akan berjumpa dengan delapan pimpinan korporasi global dalam kunjungan kerja ke World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, 20-23 Januari 2020.

    "Ada beberapa agenda penting Bapak Kepala BKPM, di antaranya akan berjumpa dengan sekitar delapan korporasi global," kata Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 19 Januari 2020.

    Dalam agenda ke Davos, Bahlil dijadwalkan menjadi pemateri di Indonesia Pavilion dan berjumpa founder WEF Klaus Schwab, selain bertemu dengan pimpinan korporasi global.

    Bahlil juga akan melakukan one on one meeting dengan pimpinan Jumeirah Hotel, Amazon, Grab, Traveloka, Japan Bank For International Cooperation (JBIC), Mizuho, Yili Group, dan Siemens Group.

    "Pada intinya, Kepala BKPM akan meminta korporasi atau multinational company ini meningkatkan investasinya di Indonesia bagi yang sudah investasi. Existing ditambahlah, kira-kira gitu. Bagi yang belum, Kepala BKPM akan undang cepat-cepat masuk Indonesia. Jangan ketinggalan. Bagi lembaga keuangan, pemerintah mengajak masuk Ke Badan Pengelola Dana Investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF)," ungkap Farah.

    Farah mengatakan, kunjungan Kepala BKPM kali ini sangat penting untuk mendorong investasi dari negara-negara Uni Eropa.

    "Saat ini investasi nasional kita didominasi oleh negara-negara Asia seperti Singapura, Jepang, Tiongkok, Hong Kong, dan Korea Selatan. Kita tantang Eropa, jangan kalah dong sama negara-negara Asia. Kita akui memang negara-negara Eropa jauh lebih berhati-hati," ucap Farah.

    Data BKPM menunjukkan hanya dua negara Eropa yang masuk 10 besar investor di Indonesia, yakni Belanda dan Inggris.

    Realisasi investasi Eropa pada kuartal ketiga 2019 sebesar USD2,768 miliar, meningkat dibandingkan periode sebelumnya 2018 sebesar USD2,321 miliar. Jumlah proyek Eropa antara 2015 sampai kuartal ketiga 2019 sebanyak 15.770 proyek.

    Sebagian besar (61 persen) investasi Eropa masuk ke Pulau Jawa, disusul Sumatera (19 persen), Bali dan Nusa Tenggara (11 persen), Sulawesi (empat persen), Papua (satu persen), dan Maluku (0,4 persen).

    "Pak Kepala saya kira akan mendorong investasi negara-negara Eropa ke luar Jawa. Apalagi infrastruktur di luar Jawa semakin kompetitif," pungkas Farah.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id