Lingkaran Politik dan Skandal Jiwasraya

    Surya Perkasa - 29 Desember 2019 11:03 WIB
    Lingkaran Politik dan Skandal Jiwasraya
    Asuransi Jiwasraya. Foto : MI/Ramdani.
    Jakarta: Bola panas skandal utang PT Asuransi Jiwasraya (Perseroan) awalnya hanya bergulir di sekitar kebijakan investasi bermasalah berujung hukum. Namun, bara Jiwasraya ini semakin melebar ke ranah politik stelah Presiden Joko Widodo mengungkap masalah keuangan Jiwasraya sudah berjalan 10 tahun.

    Partai Demokrat yang berkuasa pada masa itu langsung meradang. Demokrat menilai pernyataan Jokowi soal Jiwasraya kurang bijak karena terkesan menyalahkan pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    "Kalaupun mestinya ada masalah, seorang pemimpin tak seharusnya melempar permasalahan ke pemerintahan masa lalu. Karena seorang presiden kan ambil alih estafet kepemimpinan tidak hanya mewarisi yang enak-enak saja," ungkap Ferdinand di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019

    baca : Soal Jiwasraya, Demokrat : Jokowi jangan mau enaknya saja

    Tak berhenti di sana, partai besutan SBY ini juga menuding investasi Jiwasraya ini juga pernah berlabuh di saham perusahaan buatan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, PT Mahaka Media Tbk (ABBA).

    Kalangan Istana juga disebut-sebut berupaya 'menyelamatkan' Harry Prasetyo, salah satu mantan direksi Jiwasraya, lewat merekrutnya menjadi salah satu ahli staf kepresidenan. Kepala Staf Presiden Moeldoko mengaku kecolongan dalam merekrut Harry Prasetyo sebagai tenaga ahli utama. Harry berhasil lolos lantaran sistem seleksi anggota KSP kurang ketat.

    Serangan balik

    Kementerian BUMN kemudian membongkar masalah gagal bayar dari 2017 ini upaya Jiwasraya untuk menutupi kerusakan yang sudah ada sejak 2006. Upaya gali lubang tutup lubang dilakukan Jiwasraya era belakangan.

    Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menyebut Jiwasraya ketahuan memoles laporan keuangannya meski sedang morat-marit. Hasil poles laporan keuangan ini terlihat saat menjadi sponsor salah satu klub beken Liga Inggris, Manchester City, yang menghabiskan dana Rp7,5 miliar per tahun.

    https://www.medcom.id/ekonomi/mikro/8N0ZnX5k-jiwasraya-sponsori-manchester-city-rp7-5-miliar-per-tahun

    "Bayangkan 2014 itu posisi Jiwasraya sudah jelek, tapi dia bisa sponsor klub Manchester City. Padahal kondisi sahamnya jelek," urainya.

    Langkah pemolesan laporan keuangan yang dilakukan jajaran direksi lama disebut menggunakan skema Ponzi. Skema ini merupakan modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada nasabah dari uang yang dibayarkan oleh nasabah baru, bukan dari keuntungan yang diperoleh perusahaan.

    "Harusnya pembayaran klaim-klaim itu berdasarkan investasi, bukan dari masuk pelanggan nasabah baru untuk bayar utang, itu gali lubang tutup lubang. Ketika diakumulasi akhirnya meledak seperti 2017 dan 2018. Di mana-mana yang namanya asuransi yang cerdas itu bayar klaim dari hasil investasinya," jelas Arya.

    Soal aliran dana ke perusahaan Erick Thohir pun dipatahkan. Arya Sinulingga menyebut Investasi saham yang ditawarkan perusahaan Erick merupakan saham terbuka. Dia menjelaskan saham Erick dibeli pada 23 Januari 2014 lalu senilai Rp14,9 miliar atau Rp112 per lembar saham. Tak lama, saham tersebut dijual dua kali lipat sehingga Jiwasraya mendapatkan keuntungan sebesar Rp2,8 miliar.
     
    "Kemudian Jiwasraya menjual saham tersebut dua kali. Jadi enggak sampai setahun. Nilainya Rp11 miliar lebih itu dengan harga saham Rp114 per saham. Kemudian hari yang sama, dia jual juga Rp6 miliar di harga saham Rp112. Total bedanya Rp2,8 miliar," kata dia.

    Kenapa Demokrat meradang? Sejauh apa bola panas Jiwasraya menyeret lingkaran Istana dan pembantu Jokowi? Crosscheck Medcom.id yang dipandu Indra Maulana akan mengupas tuntas skandal Jiwasraya dalam dialog dengan tema "Bara Jiwasraya Sampai Istana?"

    Diskusi yang digelar di Upnormal Coffee, hari ini, pukul 10.00 WIB akan dihadiri Politisi PDIP Deddy Sitorus, Wakil Sekjen Demokrat Didi Irawadi, dan Wakil Ketua Partai Gerindra Arief Poyuono.

    Dialog juga bisa disimak melalui YouTube Medcom ID, Facebook Medcom ID, dan website Medcom.id.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id