260 Penerbangan Rute Bali-Tiongkok tak Beroperasi

    Antara - 12 Februari 2020 19:49 WIB
    260 Penerbangan Rute Bali-Tiongkok tak Beroperasi
    Ilustrasi. FOTO : AFP.
    Badung: Sebanyak 260 penerbangan yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali dengan Mainland China atau China Daratan tercatat tidak beroperasi.

    Hal ini berlaku sejak Kementerian Perhubungan memutuskan melakukan penundaan penerbangan menuju seluruh destinasi di Mainland China, tidak termasuk Hong Kong dan Makau, sejak 5 Februari lalu.

    "Berdasarkan schedule regular dan irregular, tercatat ada 260 flight keberangkatan dan kedatangan sejak 5-12 Februari yang tidak beroperasi melayani rute itu dari/ke Tiongkok dalam keadaan full operates," ujar Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Arie Ahsanurrohim, dikutip dari Antara, Kamis, 12 Februari 2020.

    Ia mengatakan, dari jumlah tersebut, pihaknya memprediksi ada 31 ribu pergerakan penumpang pada 260 penerbangan pesawat rute Bali-Tiongkok dan sebaliknya yang tidak beroperasi itu.

    "Jika diperkirakan riil berdasarkan masing-masing jenis pesawat per maskapai penerbangan dengan pendekatan 60 persen tingkat keterisian penumpang atau load factor, kami prediksi ada sekitar 31 ribu orang penumpang," kata Arie Ahsanurrohim.

    Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona baru (Novel Coronavirus/2019-nCoV), Arie menjelaskan hingga saat ini para petugas operasional yang bertugas di kawasan Bandara Ngurah Rai juga terus masih menggunakan alat pelindung diri (APD) yang telah memenuhi standar medis yang dipersyaratkan.

    "APD yang digunakan para petugas mulai dari masker, kacamata pelindung googles, sarung tangan dan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer," ujarnya.

    Terkait beredarnya video di media sosial yang menunjukkan seorang wisatawan mancanegara tergeletak di area publik Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim membantah penumpang tersebut tergeletak dan pingsan akibat diduga terinfeksi virus korona.

    "Penumpang itu asal Korea Selatan dan mengalami back pain atau sakit punggung. Kejadiannya pukul 01.00 WITA. Tidak benar penumpang itu pingsan dan kejadiannya juga begitu cepat. Yang bersangkutan juga langsung ditangani oleh salah satu penyedia layanan travel di Bali untuk dibawa ke Rumah Sakit Siloam," ujarnya.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id