Rekam Jejak Arifin Siregar, Si Ahli Ekonomi Moneter

    Husen Miftahudin - 23 September 2019 20:19 WIB
    Rekam Jejak Arifin Siregar, Si Ahli Ekonomi Moneter
    Ilustrasi gedung BI. Foto: dok MI.
    Jakarta: Arifin Siregar meninggal di usianya ke 85 tahun. Rekam jejaknya bagi perekonomian Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata.

    Mengutip berbagai sumber, Senin, 23 September 2019, dia merupakan ahli ekonomi moneter. Dia pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral dalam Kabinet Pembangunan IV. Selain itu, Arifin pernah menjabat Menteri Perdagangan dalam Kabinet Pembangunan V.

    Arifin terkenal dengan pandangannya yang konservatif di komunitas Bankir. Dirinya pun sangat optimis saat menjadi Menteri Perdagangan.

    Saat diangkat menjadi Gubernur Bank Indonesia, pemerintah Indonesia berusaha mengubah arah kebijakan dari regulasi menjadi deregulasi. Hal itu yang membuat publik selalu mengenang almarhum sebagai pakar yang memperkenalkan deregulasi perbankan di Indonesia.

    Kelahiran Tapanuli Selatan pada 11 Februari 1934 ini sejak kecil hingga lulus SMA dihabiskan di kota kelahirannya Medan. Lulus dari SMA, Arifin merantau sambil bekerja ke Negara Kincir Angin Belanda.

    Arifin menyempatkan belajar selamat tiga tahun di Nederlandsche Economische Hogeschool, Rotherdam. Kemudian dia melanjutkan program doktornya di Universitas Munster Jerman Barat pada 1956.

    Dia pun berhasil meraih gelar doktornya dalam ilmu ekonomi dengan judicium Magna Cum Laude pada 1960. Setahun kemudian yakni pada 1961, Arifin menerbitkan bukunya dari hasil disertasinya yang berjudul die Aussenwirtschaft und Wirtschaftliche Entwiklung Indonesiens atau Perdagangan Luar Negeri dan Perkembangan Ekonomi Indonesia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id