Wishnutama Diminta Tuntaskan Kepres 10 Destinasi Wisata

    Antara - 24 Oktober 2019 08:15 WIB
    Wishnutama Diminta Tuntaskan Kepres 10 Destinasi Wisata
    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama. FOTO: MI/RAMDANI
    Kendari: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama yang baru dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta menuntaskan penerbitan surat Keputusan Presiden (Kepres) sebagai payung hukum pengelolaan 10 destinasi wisata prioritas di Tanah Air.

    "Tugas mendesak dan utama bagi Menteri Wishnutama adalah merampungkan Kepres tentang 10 destinasi wisata prioritas. Kepres menjadi dasar pengalokasian anggaran pembangunan destinasi wisata," kata 1Anggota DPR RI Hugua, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 24 Oktober 2019.

    Presiden menetapkan 10 destinasi wisata prioritas Indonesia sejak 2015, namun yang baru memiliki Kepres adalah Danau Toba di Sumatera Utara dan Pantai Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Menurutnya jangan dulu berpikir menciptakan lima destinasi wisata baru sebelum menuntaskan Kepres 10 destinasi wisata yang telah ditetapkan di 2015.

    "Optimalkan dulu 10 destinasi wisata yang ada," ujar mantan Bupati Wakatobi dua periode itu.

    Sebanyak 10 destinasi wisata prioritas yang dituangkan dalam surat Sekretariat Kabinet Nomor B 652/Seskab/Maritim/2015 tanggal 6 November 2015 adalah Danau Toba, Pantai Tanjung Kalayang, Pantai Tanju Lesung dan Kepulauan Seribu. Selanjutnya, Candi Brobudur, Taman Nasional Tenggara Semeru, Pantai Mandalika, Labuan Bajo, Morotai dan Taman Nasional Wakatobi.

    Wishnutama yang berlatar belakang pengusaha media dinilai mumpuni untuk mengurusi sektor pariwisata yang membutuhkan figur luwes. Optimalisasi pembangunan sektor wisata tidak hanya sekadar memenuhi target 20 ribu kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik tetapi membuka kesempatan kerja bagi warga masyarakat setempat.

    Terobosan 10 destinasi wisata atau dikenal dengan sebutan menciptakan "10 Bali Baru" merupakan program pemerataan pariwisata Indonesia. Dalam hal ini, Hugua berharap setiap pergantian menteri tidak terjadi pergantian program.

    "Justru menteri pengganti menuntaskan program yang digalakkan menteri sebelumnya sehingga terjadi kesinambungan," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id