Mentan Balas Temui Mendag Bahas Penguatan Ekspor

    Ilham wibowo - 09 Januari 2020 13:04 WIB
    Mentan Balas Temui Mendag Bahas Penguatan Ekspor
    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
    Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menemui Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto di kantor kantor Kemendag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut melanjutkan agenda penguatan ekspor produk pertanian.

    "Kementerian Perdagangan merupakan sebuah institusi kenegaraan yang amat penting, menentukan, dan strategis. Hari ini saya datang membangun pendekatan emosional dengan Mendag," kata Syahrul di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.

    Syahrul membawa serta pejabat Kementan untuk memperkuat sinergi dengan para jajaran Kemendag. Sejumlah isu dibahas termasuk penggunaan satu data pertanian.

    "Kementan harus satu jalan satu bahasa dengan Mendag. Intinya kami harapkan support Mendag sepenuhnya agar kemauan kita melipatgandakan bidang ekspor pertanian,"  ujarnya.

    Syahrul juga memaparkan potensi pertanian di Tanah Air yang perlu dioptimalkan dengan sinergi bersama Kemendag. Kelebihan dan kekurangan di antara lembaga negara ini pun bisa saling melengkapi.

    "Mendag tentu akan berikan guidance dan support, kita urus negara ini sama-sama agar petani bisa berproduksi lebih baik dan berkualitas, tentu kita bicara ekspor dan dunia terhadap komoditas yang ada di kita," ucap Syahrul.

    Dalam kesempatan sebelumnya, Mendag Agus membawa jajaran Kemendag menemui Mentan Syahrul di kantor Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin, 11 November 2019. Keduanya sepakat mengesampingkan ego sektoral untuk menjalankan arahan Presiden Joko Widodo seperti menjaga inflasi dan ketersediaan pangan.

    Kedatangan Mendag Agus juga dinilai menjadi sinyal yang sangat positif untuk Kementerian Pertanian dalam menguatkan sinergitas. Rencananya dalam waktu dekat Syahrul pun bakal berkunjung ke kantor Kemendag membicarakan beragam hal yang jadi harapan bangsa.

    Selain regulasi, pembahasan keduanya berkaitan dengan penerapan teknologi. Pemanfaatan peralatan canggih bisa dilakukan untuk mengefisiensikan waktu dan menambah jumlah produksi.

    "Misalnya dengan drone yang kita miliki penyiraman 500 hektare hanya membutuhkan waktu setengah jam karena mesin ini sudah menggunakan internet. Dan yang lebih penting, semua mesin dan teknologi ini buatan anak bangsa," ujar Syahrul.

    Sementara itu Mendag Agus Suparmanto mendukung upaya Kementerian Pertanian dalam memanfaatkan teknologi sebagai bekal memperbesar jumlah produksi. Kata dia, langkah tersebut perlu mendapat dukungan baik melalui kerja sama maupun perancangan program starategis di sektor pertanian.

    "Kalau melihat dari banyaknya mesin-mesin yang bagus ini, saya yakin produk dalam negeri bisa meningkat. Untuk itu, kita harus mendukung upaya ini melalui kerja sama yang strategis. Apalagi mesin-mesin pertanian ini merupakan karya anak bangsa," pungkasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id