Kemenperin Dorong IKM Perhiasan Berdaya Saing Global

    Ilham wibowo - 30 September 2019 09:18 WIB
    Kemenperin Dorong IKM Perhiasan Berdaya Saing Global
    IKM perhiasaan Indonesia mejeng di Hong Kong. FOTO: dok Kemenperin.
    Jakarta: Pengembangan industri perhiasan nasional terus didorong agar mampu berdaya saing di kancah global. Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah memfasilitasi sejumlah pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) perhiasan untuk ikut serta pada ajang bergengsi, yakni Hong Kong Jewellery and Gem Fair 2019.

    "Fasilitas ini bagian dari implementasi program pemasaran produk IKM dalam negeri melalui kegiatan partisipasi pameran di luar negeri bagi sektor IKM aneka dan kerajinan khususnya produk perhiasan," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih melalui keterangan resminya, Senin, 30 September 2019.

    Gati menjelaskan pihaknya memboyong sebanyak enam pelaku IKM perhiasan nasional untuk bersaing di pagelaran tingkat internasional tersebut. Kegiatan berlangsung pada 18-22 September 2019 di Hong Kong Convention and Expo Center.

    Adapun Hong Kong Jewellery and Gem Fair merupakan pameran terbesar di dunia sektor pehiasan dan batu mulia yang diselenggarakan setiap tahun di Hong Kong oleh UBM Asia. Keenam IKM yang tampil yakni Yani Silver, Dian Silver, Ragendamop Jewellery, P3GAI, Vite Jewellery, dan Prato.

    Partisipasi di ajang tersebut diyakini menjadikan peluang bagi para pelaku IKM perhiasan nasional untuk terus meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar eskpornya. Langkah ini sejalan dengan program prioritas pemerintah saat ini guna memacu devisa dan menekan defisit neraca perdagangan.

    "Apalagi, kita didukung dengan kondisi perekonomian yang cukup stabil dan perbaikan iklim investasi yang kondusif. Selain itu, pemerintah sedang fokus mendorong pengembangan sektor industri melalui berbagai kebijakan seperti kemudahan izin usaha serta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal," ujar Gati.

    Lebih lanjut, keikutsertaan itu bertujuan pula untuk memperkenalkan dan mempromosikan kepada dunia terhadap produk-produk perhiasan nasional. Peluang pada terbuka lantaran ciri desain yang menarik dari beragam etnik khas budaya Indonesia khususnya yang telah menggunakan teknologi modern dari para pelaku industri perhiasan Tanah Air.

    Gati menambahkan industri perhiasan merupakan salah satu sektor andalan dalam upaya memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional, salah satunya melalui capaian nilai ekspor. Hal ini lantaran produk perhiasan dalam negeri mampu berdaya saing global dan memiliki nilai tambah tinggi.

    Kemenperin mencatat nilai ekspor produk perhiasan Indonesia mampu menembus hingga USD2,05 miliar sepanjang 2018. Beberapa negara tujuan utama ekspornya, antara lain ke Singapura, Swiss, Hong Kong, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab.

    "Negara-negara tersebut mendominasi hingga 93,02 persen dari total ekspor produk perhiasan nasional," ungkapnya.

    Saat ini Indonesia menempati peringkat ke-9 dunia sebagai eksportir perhiasan dengan pangsa pasarnya lebih dari 4 persen di kancah global. "Untuk memperluas akses pasar, kemenperin terus berupaya untuk menggenjot laju pertumbuhan industri perhiasan," imbuhnya.

    Ia pun meyakini partisipasi pada pameran perhiasan skala internasional ini dinilai cukup penting fungsinya sebagai upaya pengembangan investasi industri dan perdagangan perhiasan nasional. "Dengan terus gencarnya kegiatan promosi secara offline, penjualan dan ekspor akan terdongkrak naik," pungkasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id