Target Turunkan Stunting, Kemensos Rilis Program Sembako Murah

    Gervin Nathaniel Purba - 22 Januari 2020 15:54 WIB
    Target Turunkan Stunting, Kemensos Rilis Program Sembako Murah
    Mensos Juliari P Batubara menyosialisasikan program Sembako Murah Tahun 2020 (Foto:Dok)
    Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara memperkenalkan program Sembako Murah Tahun 2020 kepada para kepala dinas, koordinator tenaga kesejahteraan sosial (korteks), sekretaris daerah, dan tim koordinator dari seluruh wilayah Indonesia. Program Sembako Murah merupakan bentuk transformasi dari bantuan pangan non tunai (BPNT).

    Sebelumnya, nilai bantuan dalam program BPNT yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sebesar Rp110 ribu per keluarga. Uang dapat dibelanjakan beras dan telur di e-Warong.

    Sedangkan pada program Sembako Murah, nilai bantuan naik Rp40 ribu menjadi Rp150 ribu per keluarga. Komoditas pangan yang diberikan pun bertambah yaitu ikan, daging ayam, dan kacang-kacangan.

    "Tujuannya untuk mengatasi masalah stunting yang cukup tinggi. Kemensos ingin berkontribusi dalam program penanganan stunting," ujar Mensos Juliari, ditemui di Swiss-Bell Hotel, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.

    Program Sembako Murah mulai dilakukan per hari ini di seluruh daerah. Mekanisme penyaluran masih sama dengan BPNT. Terlebih, Kemensos masih menggunakan kartu yang sama seperti sebelumnya.

    "Sistemnya non tunai. Masih menggunakan kartu keluarga sejahtera (KKS). Per hari ini belum mengeluarkan kartu baru," ujarnya.

    Target Turunkan Stunting, Kemensos Rilis Program Sembako Murah

    Untuk diketahui, penyaluran dana program Sembako Murah dilakukan melalui mekanisme uang elektronik kepada KPM dengan alat pembayaran KKS. Dana bantuan tersebut hanya digunakan untuk membeli komoditas bahan pangan yang telah ditentukan di e-Warong.

    Jumlah penerima bantuan juga masih sama seperti sebelumnya, yakni 15,6 juta KPM. Kemensos masih akan mengevaluasi lagi data tersebut berkaca dari penyaluran 2019 yang tidak mencapai target.

    "Jujur saja, tahun lalu (penyaluran BPNT) tidak sampai 15,6 juta KPM. Hanya 15,1 juta KPM. Ada selisih 500 ribu. Ini perlu direview lagi," kata Mensos Juliari.

    Target Turunkan Stunting, Kemensos Rilis Program Sembako Murah

    Dasar pelaksanaan program Sembako Murah ialah untuk mewujudkan penguatan perlindungan sosial dan meningkatkan efektivitas program bantuan sosial (bansos) pangan kepada KPM. 

    Dengan transformasi tersebut, Mensos berharap prinsip 6T (tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi) dapat tercapai.

    Target Turunkan Stunting, Kemensos Rilis Program Sembako Murah

    Kehadiran program Sembako Murah pun diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran KPM dalam pemenuhan kebutuhan makan. Pemenuhan gizi terhadap masyarakat juga akan terpenuhi.

    "Penurunan angka stunting bisa lebih mudah dicapai dengan program ini," kata Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi ZA Dulung.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id