YLKI: Kebijakan Pinjaman Lewat Fintech Belum Adil

    Annisa ayu artanti - 16 Juli 2019 19:45 WIB
    YLKI: Kebijakan Pinjaman Lewat <i>Fintech</i> Belum Adil
    Illustrasi. Dok : AFP.
    Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai selama ini kebijakan pinjaman online financial technology (fintech) belum adil karena banyaknya fintech ilegal.

    "Waspada pinjaman online. Ini harus dilakukan melihat lemahnya pengawasan regulator. Terkesan ada pembiaran. Ada pengaburan antara pinjam online legal dan ilegal," kata Tulus, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.

    Tulus menuturkan belum ada sinergi kuat untuk penegakan hukum. Apalagi, pencurian data pribadi secara digital kerap kali dimanfaatkan oleh fintek-fintek ilegal.

    "Regulasi kebijakan belum adil. Antara regulator belum sinergi kuat untuk penegakan hukum. Rendahnya tikad baik pelaku usaha pinjaman online menjadikan konsumen sebagai sapi perah," tutur dia.

    Ia juga menyampaikan pengaduan ke YLKI atas pinjaman online ini menduduki peringkat ketika terbanyak selama 2018. Adapun, keluhan yang paling sering disampaikan adalah mengenai pengambilan data pribadi.

    "Pinjaman menduduki ranking ketiga yang dikeluhan masyarakat di 2018. Keluhan utama penyedotan data pribadi," tukas dia.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id