Produk Tiongkok Dominasi Impor Pakaian Indonesia

    Husen Miftahudin - 18 Februari 2016 16:48 WIB
    Produk Tiongkok Dominasi Impor Pakaian Indonesia
    Pakaian Impor Asal Tiongkok. FOTO ANTARA/Jessica Wuysang.
    medcom.id, Jakarta: Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyebut kondisi kebutuhan dalam negeri terhadap tekstil dan produk tekstil (TPT) terus mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Sayangya, penetrasi pasar TPT dalam negeri justru didominasi oleh produk-produk impor.

    Ketua Umum API Ade Sudrajat menjabarkan, impor TPT setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Dia mengutarakan nilai impor TPT menjadi USD8,47 miliar pada 2013 atau naik dari tahun sebelumnya yang berada pada USD8,14 miliar. Bahkan, nilai impor TPT kembali naik menjadi USD8,56 miliar di 2014.

    "Impor paling besar dari Tiongkok dan Korea. Tiongkok itu di kisaran USD4 miliar dan Korea itu USD3 miliar, sedangkan sisanya diisi dari berbagai negara lainnya. Ini menunjukkan konsumsi meningkat sedangkan di sisi lain penetrasi pasar dalam negeri kita diisi oleh produk-produk impor," ujar Ade dalam konferensi pers di Graha Surveyor Indonesia, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (18/2/2016).

    Dia menambahkan, poduksi TPT justru mengalami pelemahan di saat kebutuhan dalam negeri meningkat. Berdasarkan data yang dikemukakan Ade, produksi TPT Indonesia ambrol selama tiga tahun, dari kurun waktu 2012-2014. Pada 2012 nilai produksi TPT turun menjadi USD22,85 miliar dari USD25,21 miliar di tahun sebelumnya.

    Sementara pada 2013, nilai produksi TPT Indonesia tak mampu digenjot dan harus rela berkurang menjadi USD20,56 miliar. Menyedihkan lagi, pada 2015 menjadi penurunan yang terdalam setelah nilai produksi TPT Indonesia hanya mampu meraih sebesar USD18,34 miliar.

    "Pelemahan karena berkurangnya permintaan dari luar. Daya saing kita melemah karena yang lain menggunakan perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) dengan Eropa, sedangkan kita tidak dan harus membayar Bea Masuk (BM) sekitar 6-12 persen ke Uni Eropa. Kalau ke Amerika Serikat sekitar 11-30 persen," papar dia.

    Ade mengutarakan pasar TPT dunia memiliki potensi untuk digarap Indonesia. Hal ini karena Tiongkok yang merupakan pemain utama ekspor TPT dunia saat ini tengah mengalami pelambatan produksi maupun ekspor.

    "Seharusnya Inonesia bisa mengekspor lebih untuk pakaian jadi. Namun tentu harus didukung dengan pengembangan industri tekstil yang dibarengi dengan kompetensi pekerja yang lebih mumpuni dan dukungan kebijakan pemerintah," pungkas Ade.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id