Dimerger Erick, Jumlah Total BUMN akan Jadi 100

    Annisa ayu artanti - 05 Februari 2020 17:00 WIB
    Dimerger Erick, Jumlah Total BUMN akan Jadi 100
    Ilustrasi BUMN. Foto : Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) segera menghapus dan mengurangi perusahaan-perusahaan BUMN yang tidak memiliki value creation.

    Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan dari sekitar 140 jumlah perusahaan pelat merah saat ini 40 perusahaan akan dilikuidasi atau dimerger dengan perusahaan lain. Sehingga jumlahnya nanti hanya menjadi 100 perusahaan.

    "Kami sedang proses mengurangi jumlah BUMN dari 140 ke 100 perusahaan. Kami akan merger mereka," kata Kartika dalam acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.

    Kartika menjelaskan rencana ini sudah disepakati Menteri BUMN Erick Thohir. Kementerian BUMN akan melakukan likuidasi dan merger beberapa perusahaan yang tidak memiliki value creation yang kuat dan tidak memiliki fungsi sosial, seperti PT Iglas (Persero) dan PT Kertas Leces (Persero).

    "Siapa yang enggak punya value creation yang kuat. Kami akan lakukan proses likuidasi dan merger," ujar doa.

    Saat ini, lanjut Kartika, pihaknya sedang melakukan pengkajian ulang terhadap protofolio perusahaan-perusahaan BUMN. Secepatnya, Kementerian akan melancarkan aksi ini untuk membuat BUMN  lebih ramping dan efektif.

    "Kita masih tunggu kewenangan. kewenangan kan masih di Kemenkeu," tukas dia.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id