Dukung SDGs, Sektor Swasta Diminta Ubah Bisnis Model

    Nia Deviyana - 11 Maret 2019 15:30 WIB
    Dukung SDGs, Sektor Swasta Diminta Ubah Bisnis Model
    Diskusi Kadin terkait sektor swasta diminta ubah bisnis model mendukung SDG. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)
    Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong peran aktif swasta untuk menyukseskan tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di dalam negeri.

    Ketua IPB SGD Network Bayu Krisnamurthi mengatakan kontribusi swasta terhadap SDGs bisa mencapai 70 persen, cukup signifikan dibandingkan kontribusi pemerintah.

    "Pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mungkin menyumbang 15-16 persen, tapi kalau swasta bisa sampai 60-70 persen," ujarnya saat mengisi diskusi di kantor Kadin, Jakarta Selatan, Senin, 11 Maret 2019.

    Menurut Bayu, sektor swasta bisa menyukseskan SDGs lewat mengubah bisnis model perusahaan. Sebagai contoh, pabrik tepung bisa melakukan fortifikasi pangan atau penambahan zat mikronutrien terhadap produknya sehingga membantu menekan angka kekurangan gizi. "Jadi yang harus diubah bisnis modelnya, bukan cuma melakukan charity," tambah dia.

    Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Sihol P Aritonang mengaku telah mendukung agenda SDGs dengan menerapkan sejumlah komitmen yang selaras dengan agenda pemerintah dan global secara menyeluruh.

    Untuk menyukseskan SGDs, anak usaha April Group ini melibatkan Pricewater House Cooper (PwC) yang hasilnya dituangkan dalam APRIL's SDG Prioritization and Alignment Report.

    "Dari 14 kegiatan yang masuk dalam kategori aktivitas tinggi perusahaan, kami fokus pada tiga aspek core dan empat aspek katalistik," ungkap Sihol.

    Tiga aspek core mencakup konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, aksi terhadap iklim, dan ekosistem daratan.

    Untuk merealisasikan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, jelas Sihol, perusahaannya telah melakukan daur ulang material dalam kegiatan operasional. Sebagai contoh, sejak 2010, pabrik pulp dan kertas April melakukan proses evaporasi dan distilasi terhadap black liquor, di mana proses tersebut menghasilkan biofuel dan methanol untuk digunakan sebagai sumber energi terbarukan dalam kegiatan operasional pabrik. Kegiatan daur ulang ini telah memenuhi hampir 80 persen kebutuhan energi operasional pabrik.

    Dia melanjutkan, korporasi juga ikut menerapkan aksi penanganan terhadap perubahan iklim dengan mengimplementasikan peta jalan lahan gambut yang disusun bersama kelompok Kerja Pakar Gambut Independen (IPEWG).

    "Sebagai bagian dari hal tersebut, April telah membangun menara flux dengan teknologi terdepan di daerah konsesi perkebunan, restorasi, dan mixed use concession area. Menara ini akan memberikan data tentang emisi gas rumah kaca dan tingkat penyerapan yang menjadi input dalam menginformasikann target dan aksi mitigasi emisi April Group di seluruh lanskap," paparnya.

    April Group juga melindungi ekosistem daratan dengan mengonservasi dan merestorasi lahan gambut melalui program Restorasi Ekosistem Riau (RER) di kawasan ekosistem gambut seluas 150 hektare (ha) di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang, Riau. Berdasarkan survei yang dilakukan RER bersama dengan Flora dan Fauna International, terdapat 574 spesies flora dan fauna yang tumbuh di lanskap tersebut.

    Sementara target katalistik yang ditetapkan April dalam implementasi SDGs, meliputi kesehatan yang baik dan kesejahteraan, pendidikan berkualitas, dan kemitraan untuk mencapai tujuan.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id