OJK Bakal Atur Peminjam Pinjaman Online

    Husen Miftahudin - 23 September 2019 13:10 WIB
    OJK Bakal Atur Peminjam Pinjaman <i>Online</i>
    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani.
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal mengatur kreditur (peminjam) yang melakukan pinjaman di fintech peer to peer lending (pinjaman online). Pasalnya, banyak nasabah yang melakukan pinjaman di luar batas kemampuan mereka mengembalikan pinjaman.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengakui nasabah pinjaman online kerap terlilit utang lantaran melakukan pinjaman di lebih dari dua. Sebab lewat pinjaman online, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan dana segar.

    Fintech pembiayaan yang bersifat peer to peer lending, jelas Wimboh, merupakan pinjaman yang tidak berhubungan langsung antara si peminjam dan pemberi pinjaman. Dengan demikian, pinjaman online sangat mudah didapatkan masyarakat.

    "Proses pinjam meminjam hanya dengan kepercayaan melalui internet," ujar Wimboh di sela acara Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2019, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 23 September 2019.

    Wimboh mengingatkan agar masyarakat lebih beretika dalam melakukan pinjaman online. Terkadang, banyak nasabah yang selama ini jadi korban tak beretika dalam mengajukan pinjaman.

    "Ada contoh, ada nasabah memohon pinjaman dari 20 fintech berbeda, kan enggak mungkin itu. Jadi kode etik ini bukan hanya penyedia layanan, tapi juga bagi peminjam," tegasnya.

    Maka dari itu, Wimboh menginginkan adanya aturan bagi masyarakat dalam melakukan pinjaman online. Sehingga, masyarakat memiliki pemahaman dalam peminjam.

    "Perlindungan konsumen juga perlu, OJK akan ada di belakang agar konsumen dan pemberi pinjaman mengikuti standar pasar," ucap dia.

    Selain itu, tambah Wimboh, OJK juga mendorong adanya undang-undang perlindungan data nasabah. Dengan begitu, data yang dipunyai oleh fintech tak disalahgunakan.

    "Kita akan ada kerangka hukum yang kuat untuk perlindungan data. Pertahanan siber juga sangat penting," tutup Wimboh.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id