Enam Fintech P2P Lending Resmi Dapat Lisensi OJK - Medcom

    Enam Fintech P2P Lending Resmi Dapat Lisensi OJK

    Nia Deviyana - 10 Oktober 2019 12:06 WIB
    Enam <i>Fintech</i> P2P <i>Lending</i> Resmi Dapat Lisensi OJK
    Ilustrasi Gedung OJK. FOTO: MI/Ramdani.
    Jakarta: Sebanyak enam penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Keenam anggota AFPI yang baru saja mendapatkan lisensi adalah Modalku, KTA Kilat (Pendanaan), Kredit Pintar, Maucash, Finmas, dan KlikACC.

    Izin usaha yang didapatkan oleh anggota AFPI tersebut berdasarkan Surat Keputusan OJK pada 30 September 2019 dengan surat keputusan OJK (KEP) mulai dari nomor 81-85 dan 87/D.05/2019.

    "Dengan demikian hingga saat ini dari 127 penyelenggara fintech P2P lending, yang mendapatkan status izin menjadi 13 penyelenggara dari sebelumnya tujuh perusahaan yakni Danamas, Investree, Amartha, Dompet Kilat, KIMO, Toko Modal, dan Uang Teman," ujar Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi melalui keterangan resminya, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Semakin bertambahnya fintech P2P lending yang mendapat izin usaha, lanjut Adrian, diharapkan industri ini akan semakin kuat ke depannya. Sebab, pemberian izin itu menandakan kredibilitas industri fintech lending semakin tinggi.

    "Kedepannya pemberian izin ini diharapkan dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor kepada bisnis fintech lending di Indonesia. Sehingga jumlah penyaluran dan jumlah peminjam (borrower) maupun pemberi pinjaman (lender) semakin meningkat demi memperluas akses pembiayaan kepada masyarakat," tuturnya.

    Terbitnya izin usaha kepada enam anggota AFPI terdaftar ini diharapkan menjadi role model bagi anggota lainnya agar dapat belajar dari platform berizin, yakni harus comply (memenuhi) terhadap regulasi dan aturan dari OJK maupun dari asosiasi demi menjaga kredibilitas industri.

    Ketua Harian AFPI Kuseryansyah menjelaskan proses pengurusan izin membutuhkan waktu beberapa tahun sejak penyelenggara fintech tersebut resmi terdaftar di OJK. Setelah menjadi anggota AFPI, para penyelenggara harus melampaui rangkaian panjang seperti persyaratan dan audit untuk meyakinkan OJK sebagai regulator, bahwa bisnis yang anggota AFPI jalankan akan berkelanjutan dan memiliki dampak positif bagi para pemangku kepentingan, terutama masyarakat.

    "Status izin usaha diberikan kepada platform terdaftar di OJK yang telah memenuhi sejumlah persyaratan, seperti keamanan sistem informasi berupa ISO 27001, yang merupakan standar Internasional dalam menerapkan sistem manajemen keamanan informasi," ucap Kusersyansyah.

    Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas AFPI Tumbur Pardede mengatakan AFPI menekankan kepada seluruh penyelenggara fintech lending, sebagai anggota AFPI, seluruhnya terikat dan tunduk pada Pedoman Perilaku (code of conduct) di antaranya mencakup komitmen menjalankan transparansi produk, pencegahan pinjaman berlebih (predatory lending), komitmen menjaga keamanan data pengguna dan praktik penagihan yang beretika dan bertanggung jawab.

    "Terbitnya izin usaha baru ini menandakan bahwa kolaborasi yang terus berjalan berkesinambungan antara penyelenggara fintech lending dan lembaga pendukung lainnya seperti digital signature, credit scoring, asuransi dan perbankan semakin baik," tutur Tumbur.

    Merujuk data OJK, akumulasi realisasi pinjaman yang telah disalurkan oleh fintech lending per Agustus 2019 sebesar Rp54,71 triliun. Nilai ini tumbuh 141,40 persen year to date (ytd) dari posisi akhir Desember 2018 sebesar Rp22,66 triliun. Jumlah akumulasi rekening lender per Agustus 2019 sebanyak 530.385 entitas. Angka ini naik 155,60 persen (ytd).

    Sedangkan jumlah transaksi peminjam (borrower) sebanyak 12,83 juta entitas atau meningkat 194 persen (ytd).



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id