Jokowi Ingin Danau Toba Jadi Wisata Berkelas

    Antara - 30 Juli 2019 08:46 WIB
    Jokowi Ingin Danau Toba Jadi Wisata Berkelas
    Presiden Joko Widodo (SONNY TUMBELAKA/AFP)
    Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan Danau Toba menjadi kawasan wisata berkelas melalui sejumlah perbaikan dan pengembangan terintegrasi. Kondisi itu nantinya diharapkan bisa memberi efek positif terhadap perekonomian di daerah setempat dan berkontribusi bagi perekonomian nasional.

    "Ini membutuhkan investasi besar, membutuhkan anggaran dari APBN juga besar sehingga kombinasi APBN dan investasi itu lah yang saya kira bisa menggerakkan. Danau Toba sebagai sebuah destinasi wisata yang betul-betul memiliki kelas," kata Presiden, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 30 Juli 2019.

    Menurut Presiden ada 28 destinasi wisata yang bisa dikembangkan, baik yang memiliki sejarah, budaya, maupun pemandangan alam, di kawasan Danau Toba. Sebagai sebuah kawasan wisata terintegrasi, aspek pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), hingga membangun brand kawasan tersebut akan jadi fokus pemerintah.

    Termasuk membuat diferensiasi dengan kawasan wisata lainnya di Indonesia, seperti Bali dan Mandalika. "Yang namanya terintegrasi itu semuanya, produknya, SDM-nya, kemasannya, membangun brand-nya, diferensiasinya apa dengan Bali, dan dengan Mandalika," tutur Jokowi.

    "Mesti harus seperti itu, harus ada diferensiasinya sehingga kalau datang ke Indonesia, ke Toba, oh masih kurang ke Bali, oh masih kurang ke Mandalika, karena ini memang beda-beda, membikin seperti itu," tambah Presiden.

    Dalam rencana pengembangan Danau Toba ke depan, Presiden menegaskan potensi wisata tidak hanya menjadi satu-satunya sorotan pemerintah. Isu lingkungan merupakan isu penting yang juga harus diperhatikan. Adapun Presiden melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara selama tiga hari sejak Senin, 29 Juli.

    Sejumlah pejabat yang turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Widodo saat meninjau Sipinsur Geosite yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

    Kemudian Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id