Virus Korona Bisa Jadi Peluang Positif bagi Investasi di Indonesia

    Anwar Sadat Guna - 06 Februari 2020 14:07 WIB
    Virus Korona Bisa Jadi Peluang Positif bagi Investasi di Indonesia
    Ilustrasi Virus Korona. Foto : AFP.
    Batam: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah, khususnya pemerintah daerah di kawasan industri, dapat melakukan persiapan masuknya investor ke Indonesia dampak dari merebaknya virus Korona di Tiongkok.

    Wakil Ketua Bidang Organisasi Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan Indonesia bisa saja mendapatkan investor yang akan mengalihkan investasinya dari negara lain. Apalagi banyak negara terdampak virus korona.

    "Mungkin kita bisa mendapatkan momentum tersebut. Indonesia bisa mendapatkan limpahan investasi. Namun tentunya kita juga harus tetap waspada," kata Anindya, di sela kegiatan pelantikan Pengurus Kadin Provinsi Kepri, di Radisson Hotel, Batam, Rabu, 5 Februari 2020.

    Ia mengungkapkan letak Batam yang strategis sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas bisa memanfaatkan momentum ini.

    "Tidak perlu jauh, di hadapan kita ada Singapura. Pertanyaannya, apakah kita perlu bersaing atau berkawan dengan Singapura? Kalau kami (Kadin) sebaiknya berkawan, namun tetap bahwa pasarnya ada di Indonesia. Dengan begitu kita tetap mendapatkan nilai tambah dari kehadiran industri-industri yang ada di Batam," ungkapnya.

    Ketua Kadin Provinsi Kepri Akhmad Maruf Maulana menambahkan dampak dari merebaknya virus korona di Tiongkok cukup berdampak bagi Indonesia, termasuk Batam.

    "Kunjungan wisatawan asing ke Batam, khususnya dari Tiongkok menurun, meski tidak begitu signifikan. Namun cukup berdampak bagi iklim pariwisata kita di daerah," ujarnya.

    Namun di luar itu, kata Maruf, dampak korona bisa memberi dampak positif bagi industri dan investasi di Tanah Air, khususnya di Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam.

    "Dampak perang dagang Amerika dan Tiongkok sudah kita ketahui bahwa banyak investor keluar dari Tiongkok dan memilih relokasi dari negara tersebut agar tetap bisa memasarkan produknya ke Amerika, nah ini bisa jadi momentum bagi kita," ujarnya

    Dengan merebaknya korona di Tiongkok, dan di beberapa negara, kata Maruf, jadi peluang terbukanya investor memilih merelokasi industrinya ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

    "Dan bagi kami di Kadin Kepri, kami mendorong pemerintah daerah untuk ikut memanfatkan peluang ini menarik investasi. Sehingga Amerika misalnya, tidak lagi memesan produk dari Tiongkok, tetapi bisa ke Indonesia," ujarnya.

    Namun hal ini tentu tidak mudah karena investor yang merelokasi industrinya ke Indonesia membutuhkan pengawasan dan otoritas terkait, terlebih di tengah merebaknya virus korona.

    "Ini tentu tidak mudah, harus ada sinergi yang baik antara Kadin dengan pemerintah daerah, dan juga otoritas terkait," ujarnya.

    Kadin Kepri, tambah Maruf, juga menyambut baik rencana pemwrintah untuk menyatukan kawasan Batam, Bintan, dan Karimun sebagai kawasan FTZ atau kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id