Anteraja Luncurkan Titipaja untuk Bantu UMKM Perluas Pasar

    Eko Nordiansyah - 02 Februari 2020 17:30 WIB
    Anteraja Luncurkan Titipaja untuk Bantu UMKM Perluas Pasar
    Anteraja. Foto : Medcom/Eko Nordiansyah.
    Jakarta: Perusahaan pengiriman barang berbasis teknologi Anteraja mengaku akan memberikan kemudahan bagi pelau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasarnya. Langkah ini menjadi komitmen perusahaan agar para UMKM memiliki pertumbuhan bisnis yang lebih cepat.

    CEO Anteraja Suyanto Tjoeng mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan layanan yang diberi nama Titipaja. Nantinya layanan ini akan membantu UMKM memasarkan produk-produknya tidak hanya di daerah asal mereka tetapi juga ke daerah-daerah lain di Indonesia.

    "Katakan misalnya ada UMKM yang menjual produk di Yogyakarta dengan mereka pakai Titipaja, kita punya gudang nantinya akan tersebar, sehingga UMKM itu enggak hanya jual di Jogja tapi di kota-kota lain juga," kata dia ditemui di Kawasan TMII, Jakarta Timur, Minggu, 2 Februari 2020.

    Dirinya menambahkan layanan Titipaja tengah diujicoba dan akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini. Anteraja menargetkan akan ada lima gudang yang bisa melayani layanan Titipaja di Jakarta, Bandung, Medan, Denpasar, dan Pontianak.

    "Mungkin nanti di kuartal I tahun ini akan mulai kita launching. Sebenarnya kita sudah jalan, sudah trial, kita coba dan sekarang gudangnya sudah ada di Jakarta. Di Medan sedang dibangun, mungkin Maret sudah jadi, kemudian lanjut ke kota-kota lain. Itu yang kita kombinasikan dengan Anteraja," ungkapnya.

    Sejak beroperasi pada Maret 2019, Anteraja telah melayani pengiriman enam juta pengiriman atau 100 ribu pengiriman per hari. Layanan ini telah dimanfaatkan oleh sekitar dua juta customer, dengan total lebih dari 2500 Satria, sebutan untuk kurir Anteraja.

    Suyanto mengaku optimis layanan Anteraja akan mampu bersaing dengan para kompetitor yang sudah lebih dulu beroperasi. Menurut dia, potensi bisnis pengiriman barang masih cukup terbuka, karena menurut studi jumlah pengiriman di e-commerce pada 2024 bisa mencapai enam miliar.

    "Layanan kita menjemput semua parsel enggak peduli berapa banyak. Satu parsel pun kita jemput. Artinya kita memberi kemudahan bagi UMKM yang ada di Indonesia yang menggunakan platform ini kita bantu. Jadi kita enggak mengistimewakan yang besar, semuanya kita jemput," pungkas dia.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id