PLN Sempat Karantina Tenaga Asing Tiongkok

    Annisa ayu artanti - 08 Februari 2020 11:10 WIB
    PLN Sempat Karantina Tenaga Asing Tiongkok
    Illustrasi - - Foto: MI/ Irfan
    Jakarta: PT PLN (Persero) sempat melakukan karantina terhadap empat tenaga kerja asing asal Tiongkok. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus korona di lingkungan kerja perusahaan listrik negara.

    Executive Vice President HSSE PLN Komang Parmita mengatakan empat tenaga asing tersebut baru datang dari Tiongkok untuk bekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celuk Bawang, Buleleng, Bali. Mereka langsung dikarantina dan diisolasi selama 14 hari.

    "Kedatangan mereka langsung dikoordinasikan oleh unit setempat dengan institusi kesehatan setempat, dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi Bali," kata Komang dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 8 Februari 2020.

    Untuk tenaga asing yang masih berada di Tiongkok, sementara waktu tidak diizinkan kembali ke Indonesia. Setidaknya, kata Komang, ada 52 tenaga asing yang berencana datang ke Indonesia.

    "Mereka terus dipantau dan diminta untuk melaporkan situasi terbaru, dan terus disuplai dengan informasi terbaru terkait kebijakan pencegahan virus korona," ucapnya.

    Untuk kalangan internal, PLN juga telah mengeluarkan panduan pencegahan virus korona. Panduan ini disusun secara sederhana sehingga dapat dijalankan sampai di level paling bawah.

    "Ada dua panduan pokok, yakni kerjakan dan hindari. Semacam do’s and don'ts," ucapnya.

    Selain itu, PLN juga menyusun prosedur tata laksana dan rujukan, penyiapan ambulans serta logistik penunjang pelayanan kesehatan antara lain obat-obat suportif dan alat-alat kesehatan.

    Dalam panduan yang didistribusikan kepada seluruh pegawai, PLN meminta para karyawan untuk menghindari kontak langsung dengan orang-orang yang baru tiba dari Tiongkok. Pegawai juga dilarang bepergian menuju Tiongkok dengan alasan apapun.

    Lebih lanjut, para pegawai PLN juga diimbau rajin mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah beraktivitas, memakai masker terutama di tempat umum jika merasa batuk, demam, pilek, atau sesak nafas. Lalu melaporkan ke poliklinik perusahaan atau layanan medis terdekat apabila ada rekan kerja yang mengalami gejala demam, batuk, pilek, dan sesak nafas.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id