Dikeluarkan dari Negara Berkembang, Menperin: RI Perlu Persiapan

    Antara - 27 Februari 2020 13:03 WIB
    Dikeluarkan dari Negara Berkembang, Menperin: RI Perlu Persiapan
    Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: MI/SUSANTO
    Jakarta: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan diperlukan persiapan terkait dikeluarkannya Indonesia dari daftar negara berkembang oleh US Trade Representative (USTR). Persiapan matang diperlukan agar tidak menganggu momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    “Kita statusnya sudah tidak lagi negara berkembang, sudah menjadi negara maju. Dan ini assessment dari Amerika. Tentu dengan hal ini harus dipersiapkan,” kata Menperin, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 27 Februari 2020.

    Menperin menyampaikan, pemerintah akan membahas beberapa hal terkait fasilitas pengurangan bea masuk atau Generalized Systems of Preference (GSP) kepada Indonesia. “Tapi juga tentu ada beberapa hal yang mau kita bicarakan terkait GSP, ini juga penting. Ada 700 items yang terkait GSP,” tukas Menperin.

    USTR memperketat kriteria negara berkembang yang berhak mendapatkan pengecualian de minimis dan negligible import volumes untuk pengenaan tarif anti-subsidi atau countervailing duty (CVD), pada 10 Februari 2020. Berdasarkan keputusan tersebut, Indonesia tidak lagi dimasukkan dalam daftar negara berkembang.

    Menurut USTR, tiga kriteria baru yang diterapkan AS untuk negara berkembang adalah berdasarkan Gross National Income menurut versi Bank Dunia (lebih dari USD12,375 per tahun), pangsa total perdagangan dunia di atas 0,5 persen (sebelumnya dua persen), dan negara berkembang yang merupakan anggota Uni Eropa, OECD, dan G-20.

    Berdasarkan kriteria tersebut, USTR mengeluarkan daftar negara berkembang dari pengecualian de minimis CVD, misalnya Argentina, Brasil, India, Indonesia, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Indonesia dikeluarkan dari pengecualian tersebut karena keanggotaan Indonesia dalam G-20 dan memiliki pangsa total perdagangan dunia 0,9 persen.

    Total nilai perdagangan Indonesia dan negeri Paman Sam pada 2019 sebesar USD26,9 miliar dengan tren pertumbuhan 4,5 persen. Ekspor Indonesia ke AS pada 2019 tercatat sebesar USD17,7 miliar. Indonesia surplus sekitar USD9,2 miliar.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id