Program IPS Berikan Jaminan Penyerapan Tembakau Hasil Petani Binaan

    Dian Ihsan Siregar - 07 September 2017 16:51 WIB
    Program IPS Berikan Jaminan Penyerapan Tembakau Hasil Petani Binaan
    Illustrasi. MTVN/Dian IS.
    medcom.id, Lombok: PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) atau Sampoerna memiliki program Integrated Production System (IPS) atau Sistem Produksi Terintegrasi yang dapat menjadi solusi atas salah satu permasalahan tembakau di Indonesia yakni belum maksimalnya serapan tembakau lokal. Program IPS dilaksanakan dengan adanya kontrak kerja sama antara perusahaan pemasok tembakau dengan petani tembakau.

    Dengan adanya program ini, Head of Fiscal Affairs and Communications Sampoerna, Elvira Lianita mengaku, Sampoerna melalui perusahaan pemasok tembakau, menjamin penyerapan hasil tembakau para petani binaannya selama sesuai dengan standar yang telah disepakati. Melalui program ini, para petani binaan juga memeroleh pendampingan teknis seperti informasi dan bimbingan praktik pertanian tembakau yang baik, serta akses permodalan, baik sarana dan prasarananya.

    Tak hanya itu, kata Elvira, mereka juga diperkenalkan dengan penerapan Praktik Pekerja Pertanian yang bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan adil bagi para petani dan pekerjanya di semua lahan Sampoerna membeli tembakau.

    "Kami bersyukur program IPS ini dapat secara berkelanjutan dijalankan di sentra produksi tembakau di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Melalui program ini, kami berharap para petani dapat memproduksi tembakau yang berdaya saing dan efisien, serta memenuhi standar kualitas perusahaan, ketentuan regulasi, serta ekspektasi konsumen," ungkap Elvira kepada media di lokasi ‎Training Farm‎ Desa Puyung, Lombok Tengah, Kamis 7 September 2017.

    Elvira menjelaskan, ada sekitar 2.700 petani binaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan total lahan sekitar 5.000 hektare (ha). Berkat program IPS, mereka mampu meningkatkan produktivitas hingga 25 persen, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani.

    Para petani peserta IPS juga  memeroleh dukungan teknologi, termasuk teknik pembakaran dengan sistem rocket barn yang mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 16 persen, dan alat aplikasi penghambat tunas yang mampu menghemat waktu pengerjaan hingga lebih dari 60 persen.

    Selain Lombok, IPS yang dilaksanakan sejak tahun 2009 juga diperkenalkan kepada para petani di Jember, Wonogiri, Malang, Rembang, Blitar, dan Lumajang. Secara total, ada sekitar 27.500 petani yang telah bergabung untuk menggarap lahan tembakau seluas 24.000 ha persegi.

    "Melalui program kemitraan (IPS) saat ini, Sampoerna perlahan telah meninggalkan sistem pembelian daun tembakau yang berlapis (konvensional – petani non-mitra) dan terus meningkatkan penerapan sistem pembelian dengan kontrak langsung melalui perusahaan pemasok tembakau. Saat ini pembelian daun tembakau dari petani kontrak tumbuh secara signifikan dari 12 persen di tahun 2011 menjadi sekitar 70 persen di tahun ini," pungkas Elvira.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id