Ipsos Indonesia: OVO dan GoPay Terbanyak Digunakan Masyarakat

    Gervin Nathaniel Purba - 15 Januari 2020 17:27 WIB
    Ipsos Indonesia: OVO dan GoPay Terbanyak Digunakan Masyarakat
    Di antara banyaknya platform digital payment, OVO dan GoPay tercatat paling banyak digunakan (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
    Jakarta: Sistem pembayaran digital (digital payment) telah menjadi bagian dari transaksi keuangan masyarakat Indonesia. Di antara banyaknya platform digital payment, OVO dan GoPay tercatat paling banyak digunakan.

    Hal itu terlihat dari hasil survei yang dilakukan oleh Ipsos Indonesia. Direktur Riset Ipsos Indonesia Benny Wuryanto menjelaskan temuan ini setelah melakukan riset kebiasaan masyarakat Indonesia terhadap penggunaan alat pembayaran digital. 

    Sebanyak 1.000 responden diwawancarai oleh Ipsos Indonesia yang bermukim di Jawa (66 persen), Sumatera (21 persen), Kalimantan (6 persen), Sulawesi (4 persen), Bali (4 persen), dan Nusa Tenggara (1 persen).

    Dari hasil riset tersebut, sebanyak 95 persen responden bertransaksi menggunakan e-wallet (dompet digital) berbasis aplikasi. Sementara, transaksi menggunakan e-cash berbasis kartu sebanyak 56 persen.

    Dalam studi ini, konsumen yang menggunakan satu jenis e-wallet dalam transaksi sebanyak 21 persen. Sementara 28 persen menggunakan dua jenis e-wallet, dan 47 persen menggunakan tiga jenis e-wallet atau lebih.

    "e-wallet yang paling banyak digunakan ialah OVO (33,6 persen) dan GoPay (29,2 persen)," kata Benny, ditemui pada acara Ipsos Marketing Summit 2020: Indonesia The Next Cashless Society di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Rabu, 15 Januari 2020. 

    Posisi terbanyak berikutnya ditempati Flazz (31,6 persen) dan e-money (29,1 persen). 

    Ipsos mencatat sebanyak 47 persen konsumen memiliki satu kartu, 30 persen konsumen punya dua kartu, dan 23 persen memiliki tiga atau lebih kartu untuk transaksi e-cash.

    Secara rata-rata transaksi bulanan, transaksi dengan e-wallet mencapai Rp592 ribu. Sementara, e-cash mencapai Rp387 ribu dalam rata-rata setiap bulannya.

    Besarnya transaksi menggunakan e-wallet karena masyarakat tergoda promosi yang ditawarkan. Misalnya, promosi cash back dari OVO, GoPay, dan Dana.

    "Transaksi e-wallet biasanya untuk hiburan, seperti belanja online. Namun penggunanya tidak loyal karena mencari diskon paling besar. Sementara, penggunaan transaksi e-cash banyak digunakan pada sektor transportasi. Misalnya, untuk bayar tol," kata Benny.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id