Ditolak SP Pertamina, Erick: Beri Kesempatan Kita Bekerja

    Damar Iradat - 22 November 2019 19:29 WIB
    Ditolak SP Pertamina, Erick: Beri Kesempatan Kita Bekerja
    Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: MI/Ramdani.
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui akan ada pro dan kontra terhadap pemilihan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

    Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) sebelumnya menolak Ahok menjadi salah satu petinggi di Pertamina. Presiden FSPPB Arie Gumilar mengatakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu berpotensi menimbulkan kegaduhan di tubuh dan organisasi perusahaan yang akan berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.

    "Ya saya rasa pro kontra tidak hanya Pak Basuki, saya sendiri ada pro kontra. Pak Chandra (Hamzah) ada pro kontra. Yang penting begini, kasih kesempatan kita bekerja, dan lihat hasilnya. Kadang-kadang kita suuzon, orang ini begini, tanpa melihat hasil," kata Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 November 2019.

    Menurut dia, saat ini yang terpenting bagaimana membuktikan kinerja di Kementerian BUMN. Oleh karena itu pemilihan Ahok ini juga menjadi alasan pihaknya merampingkan struktur di Kementerian BUMN.

    "Tapi tidak hanya merampingkan tapi juga cakap, cakap artinya bisa bekerja. Karena filosofi Kementerian BUMN sendiri adalah kita harus service oriented dengan 142 perusahaan," jelasnya.

    Maka dari itu, seorang direksi dan komisaris harus bisa menjadi bagian kerja sama dengan teman-teman perusahaan BUMN lain.

    "Kita men-servis bukan membirokrasikan, tapi kita harap teman-teman direksi BUMN punya akhlak yang baik, saya sudah beri contoh yang namanya me-manage perusahaan sebesar itu kalau tidak punya akhlak yang bagus apalagi ini amanah kita semua, termasuk saya pak presiden rakyat, ini yang harus jadi pertanggungjawaban mereka sebagai pimpinan," tegasnya.

    Erick menambahkan, dirinya ingin setiap direksi dan komisaris di tubuh BUMN mempunyai empati. Dalam artian perusahaannya tidak baik, gaya hidupnya tetap.

    "Kalau mereka perusahaannya untung ya itu hak, kita tidak boleh juga ketika mereka melakukan haknya kita gunjingkan tidak boleh," pungkasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id