Kemendag Tekankan Pentingnya Pendataan Kebutuhan Beras

    Antara - 04 Oktober 2019 08:31 WIB
    Kemendag Tekankan Pentingnya Pendataan Kebutuhan Beras
    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo
    Batu: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menekankan pentingnya pendataan kebutuhan beras di seluruh wilayah Indonesia, yang nantinya bisa dipergunakan sebagai basis pengambilan kebijakan pangan dalam negeri. Tentu diharapkan langkah ini juga bisa menekan impor beras di masa-masa yang akan datang.

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pendataan tersebut saat ini tengah dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yang diharapkan menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan ke depan.

    "Data harus satu, dari BPS. Berapa banyak stok, berapa proyeksi produksi beras, termasuk kebutuhan konsumsi masyarakat," kata Enggartiasto, seperti dikutip dari Antara, di Kota Batu, Jawa Timur, Jumat, 4 Oktober 2019.

    Berdasarkan data BPS, pada September 2019, terjadi deflasi sebesar 0,27 persen. Meskipun mengalami deflasi, kelompok padi-padian dan umbi-umbian mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,01 persen.

    Pada bulan yang sama, harga beras kualitas medium di tingkat penggilingan juga tercatat mengalami kenaikan 0,84 persen menjadi Rp9.301 per kilogram. Selain itu, beras premium juga naik 0,67 persen, dan beras kualitas rendah sebesar 1,02 persen.

    "Saya belum bisa mengambil kebijakan, karena data dan proyeksi harus ada," ujar Enggartiasto.

    Dalam upaya untuk menjaga pasokan dan menjaga daya beli masyarakat, Kementerian Perdagangan sesungguhnya telah meminta Perum Bulog untuk memasok beras medium ke pedagang yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

    Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan HET Beras, menyebutkan bahwa HET beras medium ditetapkan sebesar Rp9.450 per kilogram untuk wilayah Jawa, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, lampung, dan Sumatera Selatan.

    Sementara wilayah Sumatera selain Sumatera Selatan, dan Lampung, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur HET ditetapkan Rp9.950 per kilogram, dan di Maluku serta Papua sebesar Rp10.250 per kilogram.

    Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga rata-rata beras medium kualitas II pada 3 Oktober 2019, tercatat mencapai Rp11.650 per kilogram, dan beras medium kualitas I sebesar Rp11.750 per kilogram, atau berada jauh lebih tinggi dibanding HET yang telah ditetapkan.

    "Beras medium harus selalu ada, karena, dengan adanya beras tersebut di pasar, maka masyarakat yang berpenghasilan rendah akan memperoleh beras dengan harga terjangkau," tutup Enggartiasto.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id