Legislator Apresiasi Stabilitas di Tengah Ketidakstabilan Global

    Antara - 23 Agustus 2019 12:05 WIB
    Legislator Apresiasi Stabilitas di Tengah Ketidakstabilan Global
    Gedung Parlemen (MI/SUSANTO)
    Jakarta: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Muhammad Afzal Mahfuz mengapresiasi stabilitas ekonomi yang berhasil dijaga oleh pemerintah terutama mengingat kondisi ekonomi global yang masih diwarnai ketidakstabilan seperti fenomena perang dagang.

    Muhammad Afzal Mahfuz menyatakan kedepannya kesejahteraan masyarakat harus dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang dampaknya bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Afzal menambahkan bahwa fraksinya mendukung dan mendorong pemerintah untuk memaksimalkan lagi tingkat pertumbuhan ekonomi.

    "Kedepannya, tantangan yang dihadapi pemerintah akan semakin besar, terlebih Indonesia mengalami bonus demografi yang harus dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi," tutur Afzal, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Untuk menjadi bangsa yang berdaulat, ujar dia, pemerintah dituntut untuk mampu membuat kebijakan yang mengarah pada pemerataan ekonomi, peningkatan lapangan kerja, dan pemberdayaan masyarakat, mengingat pula perkembangan ekonomi global akhir-akhir ini mengalami ujian yang tidak mudah.

    Pemerintah dinilai perlu untuk benar-benar menyiapkan strategi besar dalam mengantisipasi dampak perang dagang antara dua raksasa global, Amerika Serikat dan Tiongkok, yang akan berpengaruh terhadap kondisi perekonomian nasional.

    Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah memperkirakan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar masih belum mereda sebagai dampak dari kondisi ekonomi global yang belum membaik. Said menilai selain imbas normalisasi kebijakan moneter the Fed, pelemahan rupiah juga dipicu perang dagang antara AS-Tiongkok yang kemudian menjadi perang mata uang.

    "Jadi, kalau dua negara raksasa ekonomi ini berperang, maka akan membuat arus perdagangan dan rantai pasar global terhambat. Alhasil, kinerja ekspor Indonesia pun berpeluang terganggu karena penurunan permintaan," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id