Menteri BUMN Transformasi Sarinah untuk UMKM

    Ilham wibowo - 20 Desember 2019 14:28 WIB
    Menteri BUMN Transformasi Sarinah untuk UMKM
    Gedung Sarinah. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan bakal melakukan perubahan besar untuk PT Sarinah (Persero). Pengembangan produk UMKM agar lebih banyak ekspor bakal menjadi fokus utama.

    "Nanti Sarinah itu akan kita jadikan pusat dari UMKM ini," ujar Erick saat menghadiri UMKM Export BRILian Preneur 2019, di JCC, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Desember 2019.

    Penguatan pasar UMKM domestik juga akan jadi fokus Sarinah dengan memaksimalkan aset gedung. Setelah memiliki dasar yang kuat, Erick optimistis produk UMKM Sarinah akan lebih banyak menghiasi bandara internasional sehingga akhirnya diborong para turis.

    "Kalau nanti di dalam negeri sudah baik, bukan tidak mungkin Sarinah buka outlet di airport yang jadi pusat tujuan wisata seperti Bali, Labuan Bajo, dan lain-lain," paparnya.

    Transformasi Sarinah sebagai pusat UMKM ini rencananya bakal diluncurkan pada HUT Kemerdekaan ke-75 RI, 17 Agustus 2020. Sejumlah persiapan saat ini sudah mulai berjalan seperti dengan melibatkan BRI dalam kolaborasi peningkatan kapasitas produk UMKM.

    "Nah ini saya rasa bisa berjalan insyaallah nanti pertengahan tahun depan launching pada saat Indonesia merdeka 75 tahun itu menjadi simbolik," kata Erick.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyambut baik strategi menjadikan Sarinah sebagai ruang pameran bagi semua produk lokal Indonesia atau brand lokal. Sarinah dinilai punya pengalaman dalam mengelola bisnis produk ekslusif yang menjadi ciri khas di Indonesia.

    Sinergi dari perusahaan BUMN juga diharapkan bisa meningkatkan  UMKM dalam mendorong kinerja ekspor nasional. Saat ini, porsi UMKM ekspor masih jauh dibandingkan produk industri manufaktur.

    "UMKM sekarang baru 14,5 persen, ini penting bagaimana UMKM itu terintegrasi dengan value chain dengan supply chain kalau bisa dengan global chain," ungkap Teten.

    Teten juga mendorong kemudahan ekspor produk UMKM dengan penyederhanaan regulasi. Pihaknya juga bakal menginisiasi hadirnya kantor bersama yang fokus menangani tantangan yang dihadapi produk UMKM dalam menembus pasar ekspor.

    "Kami akan buat kantor bersama untuk ekspor UMKM, jadi semua perizinan sertifikasi pembiayaan untuk ekspornya di situ, dan kami akan gunakan Sarinah juga sebagai trading house untuk agregator, sekaligus trading house untuk produk UMKM yang kecil-kecil supaya bisa go internasional," pungkasnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id