MRT Jual 5 Hak Nama Stasiun Tahun Depan

    Desi Angriani - 28 November 2019 09:40 WIB
    MRT Jual 5 Hak Nama Stasiun Tahun Depan
    Ilustrasi pengguna MRT. Foto: MI/Andri Widiyanto.
    Jakarta: PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta berencana menjual hak nama (naming right) di lima stasiun lainnya tahun depan. Total sudah 10 stasiun yang dikontrak pada tahap pertama operasi.

    Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan MRT Jakarta memiliki 13 stasiun. Namun hanya stasiun ASEAN yang tidak akan dijual hak penamaannya demi mengenang penyelenggaran ASEAN Games tahun lalu.

    "Sekarang sudah ada lima, target kita lima lagi di tahun depan," katanya dalam kelas Fellowship MRT di Kantor MRT, Wisma Nusantara, Jakarta, Rabu, 27 November 2019.

    William menjelaskan tersisa dua stasiun dari total 13 stasiun MRT. Dua stasiun itu bakal dijual dengan harga paling tinggi lantaran berada di pusat kota.

    "Bundaran HI ini nanti kita akan buka, potensinya besar,” imbuh dia.

    Ia menambahkan naming right tercatat menyumbang pendapatan terbesar kedua dari komponen non farebox setelah periklanan. Di antaranya hak nama Grab di Stasiun Lebak Bulus dihargai Rp33 miliar per tahun.

    Sementara hak nama Stasiun Dukuh Atas BNI, Setiabudi Astra, Istora Mandiri, dan Blok M BCA berada di bawah Rp30 miliar.

    "Untuk itu, naming rights ini harus kita pacu untuk menambah pendapatan dari sisi non-farebox," tambah dia.

    Berdasarkan data MRT Jakarta, pembangunan konstruksi fase 1 proyek kereta MRT Jakarta dimulai pada 10 Oktober 2013. Ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur DKI Jakarta yang kini menjabat Presiden RI Joko Widodo.

    Pada koridor 1 dibangun jalur kereta sepanjang 16 kilometer yang meliputi 10 kilometer jalur layang dan enam kilometer jalur bawah tanah.

    Tujuh stasiun layang tersebut adalah Lebak Bulus (lokasi depo), Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Depo akan berada di kawasan Stasiun Lebak Bulus. Sedangkan enam stasiun bawah tanah dimulai dari Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.

    Adapun MRT mengoperasikan 14 kereta dari total 16 kereta. Sebanyak dua kereta disimpan sebagai cadangan. Perjalanan dari stasiun Bundaran HI menuju stasiun Lebak Bulus memakan waktu 30 menit dengan maksimum kecepatan 100 km/h untuk elevated dan 80 km/h untuk perjalanan bawah tanah.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id