KPPU: Persaingan Usaha di Tanah Air Semakin Tak Sehat

    Annisa ayu artanti - 10 Juni 2019 11:26 WIB
    KPPU: Persaingan Usaha di Tanah Air Semakin Tak Sehat
    Ketua KPPU Kurnia Toha. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
    Jakarta: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai saat ini persaingan usaha di Tanah Air semakin tidak sehat. Padahal, prinsip dan kebijakan persaingan usaha di Tanah Air sudah terakomodir.

    Hal tersebut dikatakan Ketua KPPU Kurnia Toha mengawali sambutan ulang tahun KPPU ke-19. Menurutnya, setiap tahun persaingan usaha bukan semakin membaik, tetapi semakin runyam dan tidak sehat.

    "Secara prinsip kebijakan persaingan usaha di negara kita sudah memungkinkan pelaku usaha menjalankan usaha secara fair. Namun demikian kenyataan menuntut kita (KPPU) bekerja lebih giat," kata Kurnia saat halalbihalal dan HUT KPPU di Kantor Pusat KPPU, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019.

    Kurnia menjelaskan lahirnya KPPU merupakan amanah rakyat sebagai reaksi terhadap kondisi persaingan usaha tidak sehat. Menurutnya, jika persaingan usaha tersebut tidak diawasi, maka akan merugikan masyarakat Indonesia.

    Ia menyontohkan praktik duopoli maskapai yang membuat harga tiket pesawat melambung. Lalu, tingginya harga sembako seperti harga cabai dan bawang putih.

    "Ternyata banyak industri kita tutup karena mengimpor lebih murah dari produksi. Tentunya ini berbahaya bagi negeri kita. Harga cabai mahal, harga bawang mahal, harga tiket mahal. Ini menuntut kita lebih giat lagi bekerja," jelas dia.

    Belum lama ini KPPU menyatakan telah terjadi praktik duopoli pada industri penerbangan Indonesia. Praktik duopoli ini dilakukan oleh dua grup, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air. Penguasaan pasar oleh dua perusahaan tersebut membuatnya bisa mengatur harga.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id