Hingga Oktober

    Peruri Cetak Uang Kertas 8 Miliar Bilyet

    Dian Ihsan Siregar - 24 Oktober 2017 20:12 WIB
    Peruri Cetak Uang Kertas 8 Miliar Bilyet
    Illustrasi. MI/Susanto.



    medcom.id, Jakarta: Perusahaan Umum (Perum) Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) telah mencetak uang kertas rupiah sebanyak 8 miliar bilyet hingga Oktober 2017, dari total target sebanyak 11,5 miliar bilyet hingga akhir tahun ini.

    "Sampai akhir tahun ini 11,5 miliar bilyet yang kami akan cetak baru. Angka itu sama dengan total emisi baru hingga akhir 2016 kemarin," kata Direktur Utama Perum Peruri Prasetio, ditemui di kantor Peruri, Jakarta, Selasa 24 Oktober 2017.

     



    Pencetakan uang baru di 2018, Prasetio belum bisa menjelaskan besarannya. Karena, masih dalam pembahasan, dan belum bisa diberitahukan ke publik. 

    "Nanti lah," terang Prasetio.

    Sampai saat ini, bilang dia, perusahaan tidak hanya mencetak uang negeri Garuda saja, tapi sudah ada beberapa negara lain, seperti Nepal, Afrika, Amerika Selatan, dan Filipina.

    "Ada banyak, empat negara sudah jalan, yakni Nepal, Filipina, Afrika, dan Amerika Selatan. Di negara-negara itu kami sudah jalan untuk cetak uang," sebut dia.

    Lanjut dia, dalam mencetak uang, Peruri pastinya mengutamakan kerjaan yang datang dari Bank Indonesia (BI). Pastinya, uang yang dicetak merupakan jenis uang baru.

    "Harus utama BI, tapi untuk BI harus selesai dulu. Kalau tidak selesai ya belum bisa cetak negara lain. Dari pada nganggur, dan sudah selesai cetak untuk BI, kita cetak (negara lain)," pungkas Prasetio. 


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id