Pemerintah Dorong Investasi Baru dan Penyerapan Tenaga Kerja di KEK Lido dan JIIPE

    Eko Nordiansyah - 12 Februari 2021 09:29 WIB
    Pemerintah Dorong Investasi Baru dan Penyerapan Tenaga Kerja di KEK Lido dan JIIPE
    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: MI/PIUS ERLANGGA



    Jakarta: Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menyetujui pembentukan dua KEK baru yaitu KEK Lido di Provinsi Jawa Barat dan KEK JIIPE di Provinsi Jawa Timur pada Sidang Dewan Nasional KEK yang diselenggarakan, Rabu, 10 Februari 2021.

    "Kedua usulan KEK telah disetujui dan telah menjadi rekomendasi kepada Presiden, dan diharapkan akan mampu menghadirkan investasi dan menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang signifikan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan resminya, Jumat, 12 Februari 2021.






    KEK Lido akan dijadikan KEK Pariwisata dengan rencana bisnis pengembangan atraksi berupa theme park kelas dunia, lapangan golf, serta retail and dining, pengembangan akomodasi meliputi six stars luxury resort, hotel berbintang lainnya, serta pengembangan TOD, dan pengembangan ekonomi kreatif.

    Kehadiran theme park yang akan dibangun di dalam KEK Lido diprediksi akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara hingga mencapai 63,4 juta orang sampai 2038 atau rata-rata 3,17 juta wisatawan per tahun. Inflow devisa dari wisman serta penghematan outflow devisa dapat mencapai USD4,1 miliar selama 20 tahun.

    "KEK Lido diharapkan betul-betul bisa mendorong pariwisata di Indonesia. Hasilnya harus jelas, turis ke Jawa Barat juga harus yang berkualitas internasional. Ini harus menjadi yang premium juga, dan devisanya pun juga premium," ungkap Airlangga yang juga merupakan Ketua Dewan Nasional KEK.

    Sementara KEK JIIPE yang berlokasi di Kota Gresik Provinsi Jawa Timur diproyeksikan mampu menghadirkan investasi USD16,9 miliar dengan serapan tenaga kerja mencapai 199.818 orang pada saat beroperasi penuh. Sedangkan usulan KEK Lido diproyeksikan menarik investasi hingga mencapai USD2,4 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 29.545 orang di tahun ke-20.

    KEK JIIPE direncanakan untuk pengembangan bisnis industri metal, elektronik, kimia, energi, dan logistik. Hasil produksi pelaku usaha di dalamnya, diproyeksikan akan mampu memberikan kontribusi ekspor sebesar USD10,1 miliar per tahun ketika beroperasi penuh, serta substitusi impor pada produk industri metal dan kimia.
     
    "Pengusul KEK JIIPE menyatakan kesiapannya melalui ketersediaan infrastruktur wilayah dan kawasan, serta telah adanya komitmen dari anchor investor untuk mengembangkan smelter tembaga di dalam lokasi KEK," jelas dia.

    Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan kesiapan aksesibilitas Gresik dalam kaitan dengan tol Krian Legundi Bunder Manyar yang turut diinisiasi bersama pemerintah provinsi telah beroperasi dan diharapkan meningkatkan kelayakan industri yang ada di KEK yang diusulkan.

    Dengan disetujuinya usulan KEK Lido dan JIIPE, diharapkan dapat memberikan nilai lebih bagi Indonesia terhadap trade off yang diberikan berupa fasilitas dan kemudahan. Meski begitu anggota Dewan Nasional KEK memberikan catatan tersendiri.

    "Bahwa dalam pengembangannya nanti, kedua KEK itu diharapkan mendukung ekosistem usaha di sekitar kawasan dan tidak sebaliknya," pungkas Airlangga.


    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id