Dirjen Pajak Beberkan Alasan Memajaki Sembako hingga Jasa Pendidikan

    Eko Nordiansyah - 16 Juni 2021 19:03 WIB
    Dirjen Pajak Beberkan Alasan Memajaki Sembako hingga Jasa Pendidikan
    Ilustrasi barang kebutuhan pokok atau sembako - - Foto: MI/ Liliek Dharmawan



    Jakarta: Pemerintah berencana mengubah ketentuan terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN) melalui revisi kelima Undang-Undang (UU) tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Salah satunya memajaki barang kebutuhan pokok dan jasa pendidikan.

    Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo mengatakan alasan pemerintah menghapus sembako dan jasa pendidikan dari barang dan jasa tidak kena pajak lantaran dua kategori tersebut hanya dinikmati kelompok tertentu.

    "Kita memahami betul tidak semua barang dan jasa memiliki kelas yang sama. Ada kelas barang yang memang normally dimanfaatkan siapapun juga, ada mungkin kelompok barang tertentu," kata dia  dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021.

     



    Ia mencontohkan, saat ini harga daging sapi sudah sangat bervariasi di pasaran. Bukan hanya daging sapi di pasar tradisional yang biasa dikonsumsi masyarakat banyak, tetapi ada pula daging premium yang harganya berkali-kali lipat dari daging biasa.

    "Antara daging yang harganya Rp500 ribu sekilo dengan harganya Rp120 ribu per kilo misalnya. Ada beras yang harganya Rp15 ribu sekilo dan ada yang harganya Rp500 ribu sekilo. Atau ekstremnya ada daging yang Rp2,5 juta sekilo," ungkapnya.

    Meski begitu, Suryo memastikan pemerintah akan menjaga agar kebutuhan dasar seperti sembako bisa tetap terjangkau bagi masyarakat. Oleh karena itu, ketentuan mengenai kebijakan ini akan dibahas bersama DPR, termasuk kapan implementasinya.

    "Seperti misal sembako, seperti apa yang kita berikan treatment, kemungkinan dengan tarif lebih rendah atau mungkin kita beri insentif seperti apa. Ini kalau saya melihat ini menjadi barang diskusi pada waktu kita dengan Dewan (DPR) nanti," pungkas dia.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id