Pertumbuhan Ekonomi Bakal Melonjak di Kuartal II, Lalu Melandai di Kuartal III-IV

    Husen Miftahudin - 04 Juni 2021 10:12 WIB
    Pertumbuhan Ekonomi Bakal Melonjak di Kuartal II, Lalu Melandai di Kuartal III-IV
    Foto: dok MI/Sumaryanto.



    Jakarta: Staf Ahli Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Kunta Wibawa optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2021 akan melonjak tinggi. Sayangnya tren tersebut bakal melandai pada kuartal III dan IV, namun pertumbuhannya tetap positif.

    Oleh karena itu pemerintah tidak muluk-muluk menetapkan outlook pertumbuhan ekonomi di tahun ini. Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2022, outlook pertumbuhan ekonomi 2021 ada di kisaran 4,5 persen-5,3 persen.

     



    Namun demikian, outlook pertumbuhan tersebut merupakan angka pede (percaya diri) pemerintah dengan asumsi bahwa konsumsi masyarakat dan pemerintah sudah membaik. Di sisi lain, Kunta juga optimistis terhadap pertumbuhan mengingat tahun lalu negatifnya sangat dalam.

    "Sudah banyak yang dilakukan (pemerintah), mulai dari respons kebijakan fiskal kita di masa pandemi dari 2020 dengan memberikan stimulus penanganan covid-19, lalu reopening kebijakan untuk lakukan stimulus bagi UMKM dan usaha kecil untuk bisa bertahan dan survive," ujar Kunta dalam virtual seminar LPPI, dikutip Jumat, 4 Juni 2021.

    Kunta mengungkapkan, tahun ini belanja pemerintah sudah meningkat 15 persen. Hal ini menunjukkan bahwa upaya untuk melakukan percepatan belanja sudah dilakukan, dengan harapan bisa menstimulasi pertumbuhan ekonomi.

    "Kegiatan produksi swasta sudah menguat, konsumsi listrik, industri semen, PMI, ekspor, impor juga menguat. Maka dengan tren pemulihan dan optimisme yang terjadi meskipun masih harus waspada, kita memproyeksikan sampai akhir tahun kita tumbuh 4,5 persen hingga 5,3 persen," tegasnya.

    Di sisi lain, Kunta mengungkapkan bahwa tren pemulihan ekonomi secara global sudah mulai terlihat di tahun ini. Kondisi tersebut ditunjukan oleh kinerja belanja yang terus meningkat, sehingga menandai optimisme global masih tinggi meskipun ada beberapa hal yang perlu diwaspadai.

    Ia melihat ada beberapa negara yang sudah mencatat pertumbuhan positif, pun demikian dengan Indonesia yang pertumbuhan ekonomi domestiknya sudah mulai mendekati angka positif. Pasar keuangan stabil, perdagangan global terus membaik, dan harga komoditas juga mulai kembali naik.

    "Tetapi risiko yang memang harus diwaspadai terutama di sisi bagaimana kita mengatasi covid-19, karena masih berlanjut. Sebagian besar negara masih negatif pertumbuhannya," sebut dia.

    Untuk itu, menurutnya, harus ada upaya supaya program vaksin bisa merata di seluruh dunia. Kemudian, perlu ada solidaritas dari setiap negara untuk sama-sama melakukan pemulihan global.

    "Untuk Indonesia, yang perlu diperkuat adalah bagaimana memastikan ekonomi pulih dan pentingnya reformasi saat mengalami kondisi pandemi saat ini," pungkas Kunta.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id