Kepala BKF: Belanja SDM Dorong Perbaikan Indeks Modal Manusia

    Antara - 19 September 2020 17:00 WIB
    Kepala BKF: Belanja SDM Dorong Perbaikan Indeks Modal Manusia
    Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu - - Foto: Medcom/ Desi Angriani
    Jakarta: Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan alokasi belanja untuk penguatan sumber daya manusia mendorong perbaikan Indeks Modal Manusia (Human Capital Index/HCI) Indonesia pada 2020.

    "Hasil belanja negara untuk human capital sudah mulai terlihat", kata Febrio dikutip dari Antara, Sabtu, 19 September 2020.

    Ia menjelaskan pemerintah selama ini telah memberikan alokasi 20 persen anggaran untuk pendidikan guna perbaikan kualitas guru, manajemen dan proses belajar mengajar serta pendidikan vokasi untuk menghadapi revolusi industri 4.0, teknologi informasi, dan partisipasi sektor swasta dalam pendidikan.

    Untuk menyongsong pembangunan digital, pemerintah juga memperbaiki kurikulum pendidikan, memperkuat kompetensi melalui pelatihan vokasi dan program magang, serta pelaksanaan sertifikasi profesi di seluruh institusi di wilayah Indonesia.

    Khusus sektor kesehatan, pemerintah akan terus mengoptimalisasi capaian atas alokasi lima persen anggaran untuk meningkatkan kualitas dan akses terhadap layanan atau sarana kesehatan yang berkualitas bagi setiap orang.

    Pemenuhan layanan atau sarana kesehatan itu termasuk dalam hal pemenuhan gizi dan pengurangan stunting, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, dan memperkuat sistem jaminan kesehatan nasional.

    Dalam pandemi covid-19, penyediaan anggaran kesehatan menjadi prioritas dan menjadi wake-up call bagi dunia tentang pentingnya investasi dalam pengembangan kapasitas kesiapan dan respons menghadapi pandemi.

    "Penguatan sektor kesehatan nasional yang menjadi prioritas nasional Indonesia akan terus dilakukan melalui upaya peningkatan fasilitas kesehatan, dukungan untuk tenaga medis, serta penyediaan vaksin," kata Febrio.

    Bank Dunia menyatakan HCI Indonesia dalam periode 2010-2020 meningkat dari 0,50 menjadi 0,54 yang berarti seorang anak yang lahir di Indonesia akan mencapai 54 persen dari produktivitas maksimal, jika memenuhi tolok ukur pendidikan dan kesehatan yang lengkap.

    Selama satu dekade terakhir, kemajuan ini digerakkan terutama oleh penurunan angka stunting, yang merupakan kabar gembira, karena tingkat gizi yang cukup sangatlah penting bagi anak-anak untuk dapat membangun modal manusianya.

    Sementara itu, meski angka kelangsungan hidup orang dewasa mengalami peningkatan, angka kematian orang dewasa sebelum waktunya masih tetap tinggi, yang menunjukkan perlunya memperkuat akses dan kualitas layanan kesehatan.

    Di sektor pendidikan, akses kepada pendidikan telah mengalami peningkatan. Namun pencapaian siswa, yang merupakan suatu cara untuk mengukur kualitas sekolah, justru mengalami penurunan. Kondisi ini menandakan pentingnya untuk memperbaiki proses pembelajaran siswa.

    "Melihat kemajuan yang telah dicapai dalam HCI, Indonesia perlu untuk melanjutkan investasi pada layanan utama pendidikan, kesehatan, dan gizi, yang meliputi fokus pada dimensi kualitas dan keadilan (equity) yang tetap menjadi pekerjaan utama," pungkas dia.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id