Kontraksi Ekonomi RI Kuartal II Tidak Sedalam AS dan Singapura

    Husen Miftahudin - 05 Agustus 2020 15:10 WIB
    Kontraksi Ekonomi RI Kuartal II Tidak Sedalam AS dan Singapura
    Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin
    Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai kontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2020 tidak sedalam negara-negara lain.

    Pertumbuhan ekonomi RI yang tercatat minus 5,32 persen itu masih lebih baik ketimbang anjloknya perekonomian Amerika Serikat (AS) hingga Singapura.

    "Kalau kita bandingkan dengan negara lain misalnya, Indonesia di kuartal pertama masih positif 2,97 persen dan di kuartal kedua minus 5,32 persen. Amerika sendiri di kuartal kedua ini minus 9,5 persen, negara ASEAN lain seperti Singapura bahkan sudah minus 12 persen," ujar Airlangga dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2020.

    Bahkan, sebutnya, negara lain seperti di Eropa malah turun lebih dalam ketimbang Indonesia, dari minus tiga persenan di kuartal I-2020 menjadi minus 15 persen di kuartal kedua tahun ini. Demikian pula Meksiko dan Prancis yang pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020 ini masing-masing terkontraksi hingga 18,9 persen dan 19 persen.

    "Artinya, di antara peer country (negara-negara berkembang) ini Indonesia masih relatif tidak sedalam yang lain. Hal ini karena memang pandemi covid-19 ini sesuai dengan apa yang terjadi di berbagai negara, itu dampaknya luas di 213 negara, tidak terkecuali Indonesia," ungkap dia.

    Menurut Airlangga, anjloknya perekonomian Indonesia di tiga bulan kedua tahun ini terjadi akibat pembatasan aktivitas sosial yang dilakukan pemerintah untuk menahan laju penyebaran covid-19. Puncaknya terjadi pada Maret dan April.


    "Karena ini adalah survei April, Mei, dan Juni. Memang pada saat Maret dan April itu adalah puncak daripada pandemi covid-19 ini, terutama dari segi perekonomian," ucapnya.

    Namun demikian, pemerintah akan terus berupaya memulihkan perekonomian nasional dari gempuran covid-19 ini. Airlangga pun berharap adanya efek perbaikan dari perekonomian global kepada Indonesia melalui negara-negara yang sudah lebih dahulu mengalami pemulihan.

    Seperti Tiongkok yang pada kuartal kedua tahun ini perekonomiannya sudah mengalami pemulihan. Ekonomi Negeri Tirai Bambu itu sudah lebih dulu terkena dampak covid-19 pada kuartal I-2020, dengan perekonomian domestiknya terkontraksi hingga minus 6,8 persen.

    "Tentu kita berharap ada efek perbaikan daripada perekonomian global, baik itu melalui Tiongkok maupun negara lain yang recover (pulih) terlebih dahulu. Jadi memang pertaruhannya bagi Indonesia adalah bagaimana kita di kuartal ketiga ini terjadi recovery ataupun pembalikan," pungkas Airlangga.  

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id