Gubernur BI Beberkan 4 Langkah Hindari Jurang Resesi

    Husen Miftahudin - 16 Juli 2020 20:08 WIB
    Gubernur BI Beberkan 4 Langkah Hindari Jurang Resesi
    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo - - Foto: dok MI
    Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui akan terjadi kontraksi yang cukup dalam pada ekonomi domestik kuartal II-2020. Hal ini sejalan dengan puncak dari dampak pandemi covid-19 yang terjadi pada periode tersebut sehingga wajar jika perekonomian nasional merosot tajam.

    "Sebagaimana kita ketahui di kuartal kedua, khususnya April Mei itu adalah bagaimana langkah-langkah kita bersama untuk mencegah pewabahan pandemi covid-19, antara lain dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Sehingga wajar pada waktu itu berbagai aktivitas ekonomi itu rendah," ujar Perry dalam telekonferensi hasil RDG periode Juli 2020 di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020.

    Namun demikian, sejumlah indikator dini pada Juni 2020 menunjukkan adanya perbaikan, seperti penjualan ritel, Purchasing Managers' Index (PMI), hingga ekspektasi konsumen pada survei konsumen yang dirilis bank sentral.

    Oleh karenanya Perry membeberkan empat langkah yang harus Bank Indonesia bersama pemerintah, otoritas terkait, dan dunia usaha, agar Indonesia terhindar dari jurang resesi ekonomi. Pertama, membuka sektor-sektor ekonomi yang produktif dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat di era kenormalan baru (new normal).

    "Kepatuhan kepada protokol covid-19 menjadi penting agar pembukaan berbagai sektor-sektor ekonomi bisa tetap produktif dan mampu mendorong pemulihan ekonomi dan tetap aman. Inilah yang kita sebut sebagai new normal atau kenormalan baru," ungkapnya.

    Kedua, pemerintah perlu fokus untuk mempercepat realisasi anggaran. Percepatan realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) bisa mendorong pemulihan ekonomi dan meningkatkan permintaan domestik, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi domestik ke depannya.

    "Disinilah kenapa sinergi ekspansi moneter Bank Indonesia dan akselerasi stimulus fiskal oleh pemerintah itu diperkuat, antara lain dengan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar perdana baik melalui mekanisme SKB (Surat Keputusan Bersama) 16 April maupun juga pendanaan APBN oleh BI dengan SKB 7 Juli," urai Perry.

    Ketiga, mempercepat program restrukturisasi kredit dunia usaha oleh perbankan ditambah dengan penyaluran kredit modal kerja. Hal ini dinilai akan mempercepat pemulihan ekonomi di tengah meluasnya penyebaran pandemi.

    "Disinilah kenapa pemulihan ekonomi melalui protokol produktif dan aman bisa membuka aktivitas ekonomi, absorpsi (penyerapan) anggaran dengan dukungan pendanaan dan juga bagi beban akan mendorong ekonomi dan permintaan domestik akan naik, kegiatan ekonomi akan naik, dan ini juga akan meningkatkan permintaan kredit dari perbankan," ucap Perry.

    Keempat, mempercepat digitalisasi ekonomi dan keuangan. Dalam hal ini bank sentral telah melakukan digitalisasi sistem pembayaran melalui penyaluran bantuan sosial (bansos), elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, serta elektronifikasi transportasi.

    "Di perbankan sendiri, perbankan juga gencar melakukan digitalisasi. Di tengah pandemi covid-19, masyarakat semakin tinggi minatnya terhadap transaksi ekonomi digital. Saya kira empat langkah itu insyaallah dengan bersama akan memperbaiki ekonomi ke depan," pungkas Perry.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id