comscore

Pendapatan Negara Berpotensi Naik Rp420 Triliun, Buat Apa?

Eko Nordiansyah - 19 Mei 2022 17:31 WIB
Pendapatan Negara Berpotensi Naik Rp420 Triliun, Buat Apa?
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kemenkeu
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pendapatan negara tahun ini akan meningkat hingga Rp420,1 triliun. Pendapatan negara diproyeksi bisa mencapai Rp2.266,2 triliun dari target semula APBN 2022 sebesar Rp1.846,1 triliun.

Sri Mulyani menyebut, tambahan pendapatan negara di saat meningkatnya tekanan global ini menjadi berkah bagi Indonesia. Artinya masalah yang dihadapi oleh Indonesia relatif lebih baik dibandingkan negara lain yang kini mengalami krisis.
"Ini artinya Indonesia menghadapi masalah tapi masalahnya relatif lebih baik. Kalau negara lain yang sekarang menghadapi krisis, mereka menghadapi krisis enggak punya uang, kebutuhan banyak," kata dia dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR di Jakarta, Kamis, 19 Mei 2022.

Dengan adanya tambahan penerimaan ini, ia mengungkapkan, persoalan yang dihadapi pemerintah hanya bagaimana mengalokasikan anggaran secara tepat. Setidaknya ada tiga fokus alokasi anggaran yang menjadi perhatian dari pemerintah.

"Jadi persoalannya adalah mengalokasikan tambahan pendapatan ini untuk tujuan tadi, melindungi rakyat, melindungi ekonomi, dan melindungi APBN karena ketiganya penting dan tidak boleh dipilih salah satunya," ungkap dia.

Sri Mulyani menceritakan, bisa saja pemerintah menggunakan seluruh tambahan penerimaan negara ini untuk mengurangi defisit APBN sehingga pemerintah tidak berutang. Namun ada konsekuensi lain yang tentu akan dihasilkan dari pilihan ini.

"Kalau yang tidak suka utang pilihannya (tambahan penerimaan) Rp420 triliun semuanya untuk mengurangi defisit, pasti mengurangi utang. Tapi pasti harga BBM naik, listrik naik, pemulihan ekonomi barangkali tidak, itu pilihan," ujarnya.

Namun pemerintah ingin kenaikan penerimaan negara yang didapat juga bisa digunakan untuk melindungi rakyat, ekonomi, dan APBN sekaligus. Oleh karena itu alokasinya terbagi untuk menambah subsidi serta perlindungan sosial bagi masyarakat.

"Sangat besar tadi untuk tambah subsidi melindungi rakyat, untuk bansos melindungi rakyat dan sekaligus itu untuk melindungi ekonomi karena akan menciptakan momentum pemulihan ekonomi dari konsumsi," pungkasnya.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id