comscore

Kunjungan Kerja Sri Mulyani jadi Berita Terpopuler Kanal Ekonomi Sepekan

Arif Wicaksono - 15 Mei 2022 08:25 WIB
Kunjungan Kerja Sri Mulyani jadi Berita Terpopuler Kanal Ekonomi Sepekan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Medcom/Eko.
Jakarta: Kunjungan kerja Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Amerika Serikat (AS) menjadi berita terpopuler kanal ekonomi Medcom.id dalam sepekan.

Berikut rangkuman berita terpopuler kanal ekonomi dalam sepekan:

1. Kunjungan Kerja ke AS, Sri Mulyani: Saya Akhirnya Tertular Covid-19

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan dirinya akhirnya tertular covid-19 saat berkunjung ke Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.
 
Cerita tersebut dibagikannya melalui akun instagram pribadinya. Kendati tertular, namun dia merasakan gejalanya sangat ringan karena telah melakukan vaksin lengkap dan booster.
Baca Berita Selengkapnya di sini.

2. Inflasi AS Melejit, Harga-harga di Indonesia Bakal Naik?

Imbas tingginya inflasi Amerika Serikat (AS) bakal terasa oleh negara berkembang, termasuk Indonesia. Diperkirakan inflasi Negeri Paman Sam tersebut akan naik menjadi 7,8 persen hingga 8,1 persen (yoy) pada April 2022.
 
Direktur Center of Economics and Law Studie (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, meskipun lebih rendah dibandingkan inflasi Maret lalu yang sebesar 8,4 persen, kondisi ini akan turut mengerek inflasi di Indonesia.

Baca Berita Selengkapnya di sini.

3. Indonesia Bakal Alami Penyesuaian Pasar Keuangan

Indonesia akan mengalami penyesuaian pasar keuangan setelah suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) naik.

“Kami melihat ini lebih merupakan proses penyesuaian pasar dan bukan mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi Indonesia,” kata Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Katarina Setiawan dikutip Rabu, 11 Mei 2022

Baca Berita Selengkapnya di sini.

4. IHSG Hancur Berkeping-Keping, 480 Saham Ambruk

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Kamis terpantau di wilayah negatif seiring minimnya katalis positif dari dalam dan luar negeri. Kebijakan The Fed yang agresif menaikkan suku bunga dan kembali meledaknya inflasi di Amerika Serikat (AS) memberi tekanan terhadap indeks di Tanah Air.

Baca Berita Selengkapnya di sini.

5. Rupiah Diproyeksikan Melanjutkan Koreksi

Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menjelang akhir pekan diproyeksikan masih terkoreksi. Hal itu dipicu ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan yang agresif oleh bank sentral AS The Federal Reserve.

Baca Berita Selengkapnya di sini.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id