Kondisi Ekonomi Global Jadi Ujian bagi Kabinet

    Media Indonesia - 28 Oktober 2019 09:48 WIB
    Kondisi Ekonomi Global Jadi Ujian bagi Kabinet
    Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf. Foto: MI/Ramdani.
    Jakarta: Menghadapi kondisi perekonomian global menjadi tantangan yang perlu dijawab oleh para menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

    Penempatan para menteri di kabinet saat ini diprediksi membuat pemerintah bakal kesulitan menghadapi tantangan itu.

    Pasar keuangan pun merespons biasa-biasa saja pada saat pengumuman kabinet. Tanda-tanda itu terlihat dari tidak adanya Jokowi effect, apalagi Sri Mulyani Indrawati (SMI) effect. Bahkan, ada dana asing keluar Rp230 miliar.

    Hal itu tidak lepas dari penurunan kualitas pada tubuh kabinet.

    "Terjadi penurunan kualitas kabinet," kata pengamat ekonomi dari Indef Bhima Yudhistira Adhinegara, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu, 28 Oktober 2019.

    Penurunan terjadi karena pemilihan menteri yang tidak sesuai kapasitas pada pos kementerian strategis. Faktor politis lebih mendominasi pemilihan itu ketimbang faktor profesionalitas menteri.

    Selain kredibilitas, lanjutnya, menteri titipan parpol juga berisiko terpecah fokusnya menjelang Pemilu 2024. Para menteri bekerja efektif hanya sampai 2022.

    Karena itu, investasi yang mau masuk akhirnya berpikir ulang karena ada masalah kredibilitas dan kebijakan yang dibuat nantinya lebih ditum pangi kepentingan politis.

    Secara terpisah, dosen Program Studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Agus Heruarto Hadna mengatakan langkah antisipasi mutlak perlu dilakukan.

    "Kita tidak lagi bisa mengandalkan sumber daya alam (SDA) sebab semua SDA akan berkurang. Jadi, mau tidak mau keunggulan komparatif yang jadi keunggulan kita. Harus ditingkatkan ialah keunggulan kompetitif," jelas dia.

    Keunggulan kompetitif itu ialah penguasaan teknologi melalui digitalisasi. Industri digital Indonesia telah menjadi pasar yang besar dengan potensi berlimpah. Ketidakpastian perekonomian global mutlak menjadi hal penting untuk diperhatikan.

    "Pemerintah harus bisa mengembangkan kebijakan perekonomian yang inovatif dengan berbagai terobosan. Kebijakan ekonomi tidak boleh business as usual, harus ada terobosan besar," tandas Hadna.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id