Meski Terkontraksi, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Jadi Sinyal Pemulihan

    Eko Nordiansyah - 05 Mei 2021 16:01 WIB
    Meski Terkontraksi, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Jadi Sinyal Pemulihan
    Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu - - Foto: Medcom



    Jakarta: Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengungkapkan kinerja ekonomi pada kuartal I-2021 mengindikasikan tren pemulihan yang solid dan optimisme ekonomi pascapandemi meski pertumbuhan ekonomi masih kontraksi 0,74 persen.

    "Peningkatan pertumbuhan ekonomi terjadi secara konsisten sejak perekonomian menghadapi guncangan akibat pandemi covid-19 dan mengalami kontraksi pada kuartal II-2020," kata Febrio dalam keterangan resminya, Rabu, 5 Mei 2021.

     



    Ia menyebut angka penambahan kasus positif covid-19 harus dijaga agar terus menurun. Selain itu, pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terus diperkuat dan semakin terarah untuk mendukung dunia usaha dalam menciptakan lapangan kerja.

    Menurut dia, kewaspadaan dan langkah antisipatif harus dijaga mengingat pandemi belum sepenuhnya usai. Kasus yang terjadi di India dengan rekor tertinggi hingga mencapai 400 ribu kasus per hari harus menjadi pelajaran agar tidak terjadi di Indonesia.

    "Upaya pembukaan aktivitas ekonomi perlu dilaksanakan secara lebih hati-hati dan memperhatikan disiplin terhadap protokol kesehatan. Sejalan dengan itu, Pemerintah secara konsisten terus memperkuat langkah pemulihan ekonomi," ungkapnya.

    Saat ini pemerintah berupaya mempercepat program vaksinasi gratis bagi sekitar 181,5 juta orang yang diharapkan mampu mencapai herd immunity pada awal 2022. Selain itu, upaya penguatan dan penegakan disiplin protokol kesehatan juga terus dilakukan.

    Pemerintah juga terus memberikan survival and recovery kit melalui Program PEN yang  secara konsisten mengakselerasi pemulihan ekonomi. Hingga 30 April 2021, program PEN sudah terealisasi sebesar Rp155,63 triliun atau 22,3 persen dari pagu.

    Febrio menambahkan kebijakan reformasi struktural yang telah dimulai dengan implementasi Undang-undang Cipta Kerja dan pembentukan Indonesia Investment Authority (INA) terus dioptimalkan. Momentum ini diyakini akan memperkuat pemulihan ekonomi.


    Dengan berbagai langkah kebijakan yang responsif dan antisipatif, serta konsistensi pelaksanaan reformasi struktural, pemerintah meyakini bahwa kinerja pertumbuhan ekonomi diprediksi akan kembali pada zona pertumbuhan positif sejak kuartal II-2021.

    "Hal ini terutama dipengaruhi oleh dua faktor, yakni proses pemulihan dan normalisasi ekonomi yang terus berlangsung serta faktor technical rebound akibat baseline yang relatif rendah saat awal masa pandemi yang dimulai kuartal II-2020," pungkas dia.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id