Pemulihan Ekonomi On The Track, Pemerintah Tetap Waspada

    Eko Nordiansyah - 06 Mei 2021 12:49 WIB
    Pemulihan Ekonomi <i>On The Track</i>, Pemerintah Tetap Waspada
    Ilustrasi data perbaikan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021 - - Foto: MI/ Panca Syurkani



    Jakarta: Pemulihan ekonomi Indonesia dinilai sudah sejalan dengan target pemerintah. Pada kuartal I-2021, ekonomi Indonesia tercatat minus 0,74 persen atau membaik dibandingkan kuartal sebelumnya.

    Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan pemulihan ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan negara lain. Karenanya, pemerintah optimistis pemulihan akan berlanjut.

     



    "Dari seluruh leading indikator menunjukan Januari-Februari ada beberapa yang merah, Maret semuanya hijau. Ini menunjukan perekonomian mulai mengalami pemulihan, dan diharapkan kuartal II jauh lebih baik," katanya dalam video conference di Jakarta, Kamis, 6 Mei 2021.


    Ia menambahkan sejumlah lembaga internasional memprediksi pertumbuhan ekonomi global akan membaik tahun ini. Sementara di dalam negeri, berbagai perkembangan ekonomi mulai menunjukkan sinyal positif yang mendukung pemulihan ekonomi.

    "Pasar keuangan yang stabil, volatilitasnya juga mulai turun, harga komoditas juga terus meningkat. Dan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang mencapai 18,3 persen di kuartal I, ini sangat kuat sekali dampaknya ke kita, ekspor impor kita sangat bagus," ungkapnya.

    Walau begitu, Kunta mengingatkan ada beberapa hal yang tetap harus diwaspadai oleh pemerintah. Misalnya saja kasus harian covid-19 global yang terus mengalami kenaikan, hingga munculnya varian baru covid-19 yang bisa mengganggu upaya pemulihan.

    "Akses vaksin belum merata, terutama adanya embargo vaksin dari India. Ini membuat distribusi vaksin terkendala. Kemudian dari beberapa sektor kontak intensif masih sulit pulih termasuk hotel dan restoran. Kemungkinan normalisasi kebijakan moneter AS yang lebih cepat dan ada proteksionisme yang masih ada, dan pemulihan ekonomi global yang belum merata," pungkas dia.


    Sebelumnya, pengamat Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendi Manilet menilai upaya pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi sudah berada di jalur yang tepat atau on the track. Hal ini seiring tren perbaikan ekonomi yang tercatat kuartal I-2021 meski masih minus 0,74 persen.

    “Saya kira kalau kita melihat dari historis setidaknya perbandingan di tahun lalu memang kita harus akui bahwa pertumbuhan ekonomi bergerak ke arah yang lebih baik. Dan saya katakan bahwa jika ukuran on the tracknya itu proses pemulihan ekonomi progresnya saya kira ini memang sesuai apa yang diharapkan oleh pemerintah dan juga kita sebagai masyarakat,” kata Yusuf dalam keterangan resminya, Rabu, 5 Mei 2021.

    Menurutnya bantuan pemerintah atau stimulus yang disalurkan ke masyarakat yang terdampak pandemi menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Kemudian penanganan covid-19 yang semakin membaik juga menimbulkan kepercayaan dan memberikan sentimen positif terhadap dunia usaha.

    “Saya kira kita tidak boleh lepaskan fakta bantuan pemerintah yang disalurkan mulai dari tahun lalu sampai dengan tahun ini menjadi salah satu faktor yang ikut berdampak terhadap proses pemulihan ekonomi.Kalo kita lihat trennya sekarang kan mengalami penurunan saya kira ini tentu tren yang cukup positif,” jelasnya.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id